200-an Caleg PBB Nyatakan Dukungan ke Prabowo-Sandi di Dewan Da’wah

Anggota Pembina Dewan Da’wah KH. Cholil Ridwan mengantarkan, sudah sepuluh tahun Partai Bulan Bintang (PBB) tidak memiliki wakil di parlemen, baik di DPR Pusat maupun di DPR Provinsi. Kyai Cholil Ridwan menyampaikan hal itu dalam kapasitasnya sebagai salah satu pendiri PBB.

“Ini bukan salah Ka’ban, bukan salah Yusril. Ini salah ummat Islam,” ujar Kyai Cholil Ridwan sambil menekankan perlunya ummat dan caleg PBB meluruskan niat.”Mari kita menangkan PBB, dengan atau tanpa Yusril,” ujarnya kyai yang berperan sebagai keynote speaker acara Talkshow “Memenangkan PBB Melalui para Caleg Pro Ijtima’ Ulama” Jumat siang kemarin (14/12).

Persoalan yang terjadi di internal PBB, terjadi sejak Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra (YIM) menerima tawaran menjadi Penasihat Hukum Kubu 01 (JW-MA). Meski YIM menerima tawaran tersebut dalam kapasitasnya sebagai Advokat, predikat ‘cebong’ tak pelak tersemat kepadanya akibat kekecewaan ummat, para pendukung partai dan para caleg PBB. Di Media sosial kata-kata ‘nyebong’ dan serupa itu bertebaran. Perpecahan pun tak pelak terjadi diantara para caleg PBB. Sebagian mendukung Kubu 01, dan sebagian lainnya mendukung Kubu 02 hasil Ijtima’ Ulama 2.

Tampil sebagai narasumber acara talkshow yang berlangsung di Aula Masjid Al-Furqan di markas Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Jl. Kramat Raya 45, Jakarta, adalah DR. Ahmad Yani SH, MH, Ustadz Jel Fathulloh, Ustadz Bernard Abdul Jabar, Adnin Armas, MA, Ustadz Dedi Suhardadi SH, SE dan Ustadz M. Khathath. Adapun H. Taufik Hidayat S.Sos, MA, Wasekum Dewan Da’wah bertindak sebagai Moderator. Para tokoh ini menginisiasi acara pertemuan antara aktivis PBB, ulama dan tokoh masyarakat berawal dari keprihatinan mulai munculnya perpecahan diantara caleg PBB dan masyarakat pendukung PBB.

Ust. Jel Fathullah dan DR. Ahmad Yani, SH, MH menyoroti strategi pemenangan Pileg 2019 mendatang. “Kita lihat dulu, posisi kita ada dimana? Nah, mari sekarang kita buat strateginya untuk memenangkan Pileg mendatang. Saya yakin, PBB sebagai partai ummat, sebagaimana misi Dewan Da’wah dahulu mendirikannya, akan menjadi partai ummat Islam terbesar,” ujar Ust. Jel Fathulloh.

DR. Ahmad Yani, SH, MH sebagai penggerak PPP yang memilih bergabung dengan PBB, yakin PBB akan mampu melampaui jauh dari angka 4% Parliamentary Threshold (PT) melihat derasnya dukungan ummat Islam terhadap PBB.

Agar target ini terlampai, Ahmad Yani mengharap agar Caleg PBB bersatu, pilih Kubu 02. Jangan terpecah, karena antusiasme ummat kepada PBB sebagai partai dengan tagline bela Islam, bela rakyat dan bela NKRI, sudah sangat tinggi. Menurut pengamatan Ahmad Yani, ummat akan memilih caleg-caleg PBB.

“Dulu PBB sulit mencari caleg, sekarang calegnya berlimpah berlebihan. Itu menunjukkan harapan besar. Maka harapan ini jangan dikecewakan oleh PBB sebagai institusi,” katanya.

Tak hanya memenangkan Pilpres, pengawalan amanat 17 rekomendasi Ijtima Ulama juga penting dikawal oleh Caleg dari PBB yang nantinya melenggang ke Senayan. Hal ini menjadi daya tawar PBB semakin tinggi di mata umat Islam. “Kita akan memberikan dukungan kepada Prabowo dan kita juga tegas dalam pengawasan melalui DPR,” paparnya.

“Kita tidak punya alternatif lain kecuali mendukung 02. Tidak boleh netral. Netral tidak ada dalam politik,” tandasnya.

Lain Ahmad Yani dengan pemaparannya yang lugas, lain pula dengan Ustadz M. Khathath dan Ust. Bernard Abdul Jabar yang berapi-api menyerukan agar caleg PBB solid memilih paslon Prabowo-Sandi.

Ust. Bernard Abdul jabar mengilustrasikan kekuatan alumni 212 yang 2 desember lalu mengikuti Reuni Akbar 212 sebagai pendukung utama PBB. Berdasarkan data jumlah nomor IMEI (pengguna HP) yang ada dilokasi Monas dan sekitarnya ada sebanyak 13,4 juta pengguna HP. “Ini bukan kita yang menghitung, tapi orang yang menguasai teknologi dan berinisiatif membagikan informasi ini. Ini kekuatan Islam! Ini akan jadi kekuatan PBB kalau semua kompak memilih Capres dan Cawapres hasil Ijtima’ Ulama.

Dalam kesempatan ini Ketua OC Reuni Akbar 212 Ust. Bernard Abdul Jabbar menuturkan, jihad merupakan perintah Allah Swt dalam Al-Qur’an, baik dengan harta maupun jiwa raga. Menurut dia, jihad tidak hanya berupa peperangan, tetapi juga bagian menyeluruh dalam kehidupan manusia termasuk jihad siyasi (jihad politik).

Senada dengan Ust. Bernard, Ust. Mohammad Al-Khathath menyerukan kebulatan para pendukung PBB memilih Capres-Cawapres hasil Ijtima’ Ulama. Namun Ust. Khathath juga mengingatkan agar langkah Ketua Umum PBB harus seirama dengan semangat para pendukungnya. Jangan belok kiri,” demikian Ust. Khathath mengistilahkan. “Bukan lagi tembus 4%, saya bahkan yakin suara untuk caleg PBB akan tembus 10%! Takbir!” seru Ust. Khathath yang diikuti takbir oleh sekitar 200 caleg PBB yang datang dari banyak daerah. Keyakinan Khathath logis, karena suara alumni 212 kini mengarah ke PBB sebagai partai tumpuan ummat. Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan solusi-solusi yang didengarkan oleh M.S. Ka’ban yang menyusul hadir di tengah berlangsungnya acara.

Menurut M.S. Ka’ban, para pendukung PBB dan caleg-caleg PBB tidak perlu merisaukan langkah YIM, yang penting kita sudah bulat, pilihan kita untuk 02.

“Jadi saudara-saudara, perjuangan kita panjang. Saya harap kita tidak ada perbedaan pendapat, sebagaimana Majelis Syuro PBB juga telah bulat memilih 02. Yang kita perlu adalah berdoa dan berikhtiar bersama-sama, dan mengawal Pileg pada harinya, dari awal sampai akhir. Jangan ada yang lengah karena kecurangan akan banyak terjadi,” ujar M.S. Ka’ban. Ia mengilustrasikan banyaknya kecurangan pada pileg-pileg yang lalu. Yang sangat jelas, misalnya, saat penghitungan suara sudah di ujung, tiba-tiba mati listrik, dan setelah listri menyala, jumlah perhitungan jadi berubah. PBB sudah melampaui angka 4%, setelah mati listrik, angka berubah jadi dibawah 4%. “Dan kasus mati listrik ini terjadi pada dua kali Pileg! Masa begitu!” ujar Ka’ban emosi.

Ka’ban mengindikasikan adanya permainan KPU dalam penghitungan suara. Yang lalu-lalu begitu. “Persoalan sekarang adalah, kotak suara terbuat dari kardus! Dari kayu saja bisa jebol, dari kaleng aluminium bisa jebol, apalagi ini, kotak kardus! Kalau di pusat, bisalah kita kontrol, tapi kalau di daerah, bagaimana ceritanya kotak kardus bisa tetap aman?”

Pertemuan bertajuk “Menjadikan Pileg Sebagai Jihad Politik Untuk Meraih Amal Sholeh” itu pun diakhir dengan deklarasi soliditas caleg kepada PBB dan memilih Capres/Cawapres hasil Ijtima’ Ulama. Moderator Taufik Hidayat berharap soliditas caleg PBB juga menular ke daerah-daerah. “Soliditas itu harus dimulai sejak hari ini dan ke depan,” ujar Taufik Hidayat. -YD-