Terdengar asing di sebagian kaum muslim dengan kata ‘agama Syiah’ karena dianggap bagian dari aneka madzhab Islam. Menurut Muhammad Pizzaro NT kalimat atau pendapat ‘Sunni-Syiah’ juga merupakan upaya Syiah dalam membela diri bahwa mereka termasuk bagian Islam namun kenyataannya Aqidah, Syariah, Akhlak dan Muamalah jauh dari ajaran Islam.

Acara ini digelar dalam rangka mengetahui seluk beluk Syiah berikut kesesatannya, penjelasan Al-Quran dan Al-Hadits mengenai Syiah dan sikap umat Islam terhadap Syiah yang sudah mulai masuk ke daerah-daerah, ke berbagai elemen pemerintah dan lapisan masyarakat. Di Indonesia “Kelompok liberal dan Syiah selalu bergandeng tangan” tutur Muhammad Pizzaro NT sambil menjelaskan kerjasama mereka di berbagai institusi pendidikan tinggi seperti di beberapa UIN dengan Iranian Corner-nya, STFI Sadra, Rausyan Fikr Institute dan Universitas Paramadina.

“Terjadi kerjasama antara Yahudi Israel dengan Syiah dalam membasmi sunni di Suriah” ungkap Muhammad Pizzaro NT sambil memperlihatkan hasil scan dokumen resmi pemerintah Suriah. “Salah satu sekte yang pernah di-blacklist oleh PBB yaitu Syiah di Iran, namun mereka tetap adem ayem” kata Anung Al Hamat, Lc., M. Pd. I.

Revolusi Iran 11 Februari 1979 sejatinya adalah revolusi Syiah yang tidak hanya sosial politik di tananh berkembangnya yang dirubah tapi juga penyebaran Syiah ke seantero dunia. Seperti fakta yang diungkap Anung Al Hamat, Lc., M. Pd. I. bahwa negara-negara yang kebanyakan masyaraktnya terjangkit virus Syiah sudah terjadi di mana, mulai dari Yaman, Kuwait, Bahrain dan negara-negara lainnya, “Saudi tinggal menunggu waktu” lanjut beliau sambil mempertontonkan tokoh Syiah Arab Saudi Al Fahhad yang diusir pemerintah. Menurut Muhammad Pizzaro NT Syiah di Suriah tidak layak lagi disebut sekte melainkan disebut dinasti, sebab pembantaian Syiah terhadap Muslim yang berjumlah yang sekarang tersisa 58% dari jumlah total keseluruhan sudah terjadi ratusan tahun silam.

Menurut penelitian Muhammad Pizzaro NT bersama timnya di Puncak Bogor banyak terdapat imigran gelap Syiah yang kebanyakan datang dari Afghanistan dan Iran. Kenapa memilih Puncak Bogor sebagai destinasi bertinggal? “Cuaca dan iklim yang sejuk lagi dingin dan masyarakatnya yang mendukung” Muhammad Pizzaro NT menjelaskan sebab suburnya Syiah di Bogor.

Menurut Anung Al Hamat, Lc., M. Pd. I. sulit mendeteksi pada diri seseorang akan ke-Syiah-annya kecuali mengajak dialog. “Coba ajak dialog tentang Khomeini, para sahabat, dan Ahlul Bait” jelas Anung Al Hamat, Lc., M. Pd. I. dan biasanya Anung Al Hamat, Lc., M. Pd. I. melanjutkan ciri orang terjangkiti Syiah adalah sering membahas persamaan madzhab dan meremehkan adanya kajian-kajian atau diskursus terkait hal Syiah.

Menjelang waktu Dhuhur sebelum moderator menutup acara Anung Al Hamat, Lc., M. Pd. I. berpesan kepada para hadirin terutama kalangan ibu untuk mendidik anak dengan baik dan benar serta memilihkan lembaga pendidikan Islam yang mengajarkan Islam dengan baik dan benar. (Tamam)