Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi IV, teror adalah usaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan. Teroris adalah orang yang menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut, biasanya untuk tujuan politik. Terorisme adalah penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha mencapai tujuan.

Menurut Sayyid Sabiq, ‘jihad’ berasal dari kata ‘juhd’, artinya upaya, usaha, kerja keras dan perjuangan. Seseorang dikatakan berjihad apabila ia berusaha mati-matian dengan mengerahkan segenap kemampuan fisik maupun materiil dalam memerangi dan melawan musuh agama. Dengan kata lain, berjihad sama dengan berperang (qital). Jadi orang yang menuntut ilmu, menafkahi keluarga, membantu orang lemah dan lain sebagainya, dari sini seorang muslim bisa dikatakan ia sedang berjihad. Begitu pula pasukan muslim yang memerangi orang kafir juga disebut jihad.

Di dalam Islam ada pembahasan khusus soal peperangan yang diistilahkan sebagai Fiqh Jihad atau nama lainnya yang terkait. Namun sudah banyak orang yang termakan isu bahwa Jihad itu pasti identik dengan pengrusakan fasilitas negara, ketidak amanan publik dan perang.

Hal ini tidak terlepas dari peran media massa yang menaikkan berita-berita seolah pengeboman di tempat-tempat aman dalanganya adalah orang Islam yang dilandasi atas nama jihad. Namun sedikit sekali orang yang menyebut kaum Barat penjajah Indonesia dahulu atau Israel yang merampas Palestina sebagai teroris.

Akhirnya animo masyarakat menjadi antipati terhadap kata “jihad” karena dalam pikiran mereka jihad sama dengan teroris.

Ada banyak perkara yang perlu diperhatikan oleh seorang mujahid. Pertama, niat yang betul, yakni li-i‘la’i kalimatillah, bukan untuk gagah-gagahan, cari popularitas, dan tujuan duniawi lainnya. Kedua, harus dibawah komando seorang imam dan setelah ada deklarasi perang. Ketiga, harus seizin kedua orangtua. Keempat, harus banyak berzikir, berdoa dan bersabar. Kelima, harus memberi kesempatan terakhir kepada musuh sebelum berperang dengan mengajak mereka masuk Islam atau membayar jizyah. Keenam, dilarang membunuh kaum wanita, anak-anak, dan orang-orang lanjut usia. Ketujuh, tidak boleh merusak lingkungan hidup, rumah-rumah ibadah dan fasilitas umum

Berjihad merupakan fardhu kifayah. Artinya, tidak perlu semuanya pergi ke medan perang. Harus ada juga yang ditugaskan membangun Umat di sektor-sektor lain, terutama pendidikan (QS 9:122). Jihad bisa menjadi fardhu ayn apabila kampung halaman kita diserang dan diduduki musuh (seperti terjadi pada zaman kolonial dahulu, sekarang, maupun yang akan datang).

Namun demikian, terdapat puluhan ayat al-Qur’an dan hadits Nabi SAW yang menerangkan keutamaan jihad dan penghargaan yang akan diperoleh oleh seorang mujahid, apalagi untuk mereka yang gugur sebagai syuhada’

Sumber:

http://jurnalintelijen.net/2015/09/07/apa-itu-terorisme/

https://insists.id/memahami-konsep-jihad/