Rabu, 5 Oktober 2016 pukul 03:25 waktu Gaza, militer Israel kembali menggempur beberapa wilayah di bagian utara Gaza, Palestina. Relawan melaporkan, dalam 30 menit pertama agresi tersebut, Israel telah memuntahkan tak kurang dari 10 roket dari pesawat jet tempur. Gazapun terkena hujan bom yang menimbulkan suara dahyat dan guncangan luar biasa.

Mengantisipasi dampak penyerbuan Israel terutama pada anak-anak Gaza, pada Jumat, (7/10), LAZIS Dewan Dakwah menggelar rapat darurat dengan MAPIM (Majelis Perunding Pertubuhan Islam Malaysia) di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam pertemuan yang dihadiri Direktur Eksekutif LAZIS Dewan Dakwah, Ade Salamun, itu relawan MAPIM Mohab Yaser Salama Alamawi melaporkan penyaluran dana kemanusiaan dari kedua lembaga untuk program pendidikan anak-anak Gaza.

Di antaranya untuk kebutuhan asrama yatim, bantuan perlengkapan sekolah, dan ifthor Ramadhan 2016.

Selain bantuan yang bersifat karitas, donasi Indonesia melalui LAZIS Dewan Dakwah juga telah digunakan untuk membangun sumur air bersih di Bayt Hanoun Hospital, Al Shiffa Hospital, dan Khadija Yatim School.

Mohab yang insinyur teknik sipil alumnus The Islamic University Gaza (2009) dan University Putra Malaysia (2014) juga memaparkan informasi perkembangan agresi Israel.

‘’Agresi Israel menyasar 30 target di Gaza. Mereka juga menangkap Kapal Zaytouna-Oliva lalu menggiringnya ke Pelabuhan Ashdod,’’ tutur  pemimpin proyek-proyek kemanusiaan di Gaza bekerjasama dengan NGO-NGO lokal maupun internasional seperti The Islamic Society, El-Wafa Charitable Society, serta NGO di Indonesia.

Angkatan Laut Israel menahan kapal layar Zaytouna-Oliva yang berisikan 13 perempuan aktivis kemanusiaan Palestina di Pelabuhan Ashdod, Israel, Rabu (5/10). Mereka ditahan di perairan internasional, 65 kilometer dari Jalur Gaza, karena mencoba menembus blokade Israel terhadap wilayah tersebut.

Ke-13 aktivis kemudian mengirim pesan SOS via kanal Youtube resmi Women’s Boat To Gaza. Salah seorang aktivis yang juga peraih Nobel Perdamaian 1976, Maired Maguire, mengatakan, saat ini mereka sedang ditahan oleh AL Israel.

Rapat Indonesia-Malaysia-Palestina di Kuala Lumpur itu memutuskan untuk mengadakan mobil ambulan di Gaza. LAZIS Dewan Dakwah kebagian pembeliaan mobil, sedang MAPIM menanggung karoserinya.

Biaya pengadaan satu unit mobil ambulan Gaza ini 40.000 USD atau sekitar  Rp 520 juta.

Sebagai bentuk komitmen konkret, saat itu juga Direktur Eksekutif LAZIS Dewan Dakwah, Ade Salamun, menyerahkan donasi sebesar 20.000 Ringgit Malaysia sebagai uang muka pembelian mobil.

‘’Sisanya, insya Allah akan ditanggung oleh para donatur LAZIS Dewan Dakwah,’’ tandas Ade Salamun.

Kepedulian Anda terhadap Gaza, silakan menghubungi 021-31901233 atau SMS 0858-8282-4343; Rekening Bank Muamalat Indonesia (BMI) 3580001175 atas nama LAZIS Dewan Dakwah.[nurbowo]