Aksi 411 telah menyita perhatian dunia, media-media internasional telah menjadikan aksi 411 sebagai headline beberapa hari ini..

Indonesia dengan banyak permasalahan di dalamnya disebabkan belum berdaulat secara totalitas. Ustadz Bachtiar Nasir, Lc menjelaskan betapa besar jasa para pendiri bangsa ini. Dapat dibayangkan orang-orang yang mewariskan Indonesia yang begitu luas dengan sumber kekayaan melimpah dan masyarakatnya yang beradab.

Bachtiar menjelaskan Indonesia bias berdiri tanpa bantuan asing jika penduduknya bermental jihad.

“Indonesia tidak akan berdaulat jiga masyarakatnya tidak bermental mujahid,” katanya dalam sebuah acara doa bersama dan galang bantuan untuk keluarga mujahid aksi “411” di Masjid Al Furqon Dewan Da’wah, Jakarta, Jumat malam (11/11/2016).

Sebab orang yang bermental mujahid, lanjut Bachtiar, dia tidak akan pernah lelah hingga semua urusan selesai dan sebaliknya orang yang tidak bermental jihad akan tumbang di tengah jalan.

“Kalo loe ga mau jadi mujahid (maka akan) susah terus. Jadi mujahid itu enak terus, satu-satunya yang ga enak dari jihad itu capek, tapi orang yang berjihad itu ga pernah capek, maksudnya dia pantang menyerah sebelum lelah,” katanya dijawab dengan pekik takbir para peserta.

Oleh sebab itu sudah menjadi tugas seluruh warga Indonesia, terutama umat islam untuk, karena “Jika kita membiarkan, Negara ini akan dijajah dan dijual oleh asing, aseng dan asong,” tegas Bachtiar.

Kemudian Bachtiar menjelaskan, soal aksi “411” kemarin dapat sukses karena atas pertolongan dan petunjuk Allah. Katanya, orang yang mati syahid adalah orang yang tegak ibadah, pengorbanan dan hidupnya Allah sembari membaca Al An’aam ayat 162.

Di akhir orasinya, Bachtiar memberikan tiga pesan kepada umat Islam, pertama, menjaga semangat hidup bersama Al Quran.

“Baca Quran tiap hari jangan tinggalkan Al Quran sehari pun, Allah akan menangkan kita selama hidup dan mati bersama Al Quran,” kata ketua GNPF-MUI ini.

Kedua, sikap khasyiyun (takut) kepada Allah akan membuahkan rasa pantang mundur.

“Kalau kita takut kepada Allah, insyaallah semua hal akan takut kepada kita. Tapi kalau kita takut kepada selain Allah, maka kita akan takut kepada segala hal,” ujarnya.

Ketiga, mengingkatkan sikap ma’iyatullah (merasa dibersamai oleh Allah) yaitu merasa Allah senantiasa bersama dan mengawasi kita.

“Orang yang selalu bersama Allah tidak akan kehilangan apa-apa, sedangkan orang yang kehilangan Allah, dia akan kehilangan segala sesuatu dan tidak akan mendapatkan apa-apa,” tutupnya.[tamam]