www.linkedin.com

www.linkedin.com

Pada umumnya, kebosanan yang bias menyergap situasi batin setiap manusia ini ditandai antara lain dengan kejenuhan, tak harus berbuat apa, tak bergairah dan kadang-kadang kecewa dengan situasi yang dirasakan tak mengalami kemajuan buat dirinya.

Oleh sebab itu, pada umunya suasana batin yang penuh kebosanan bias terjadi karena obyek yang dilihat, didengar, atau dirasa sudah tak lagi memberikan kebaruan, kesegaran, dan kenikmatan, apalagi kepuasan batin. Seolah-olah obyek-obyek itu serba stagnan dan tidak inspiratif. Akibatnya, semua obyek yang tertampang di hadapan dirasakan telah kehilangan ruh yang menggairahkan jiwa. Tak ada yang dapat memotivasi diri untuk lebih bergairah dalam melahirkan inovasi dan kreativitas baru yang menggembirakan.

Suatu akibat

Rasa bosan yang menyelimuti diri dapat disebabkan oleh tidak dapat merespon obyek-obyek yang ada di sekelilingnya. Obyek-obyek yang dimaksud adalah hal-hal yang yang setiap hari ditemui, semisal lingkungan pekerjaan, suasana rumah dan lain-lain.

Apapun faktor pemicunya, pada hakikatnya bosan atau kebosanan adalah akibat, bukan sebab. Seringkali orang memandang kebosanan terjadi karena aktivitas berulang-ulang.

Masalahnya bukan dari situ, kebosanan justru sering hadir karena pekerjaan yang sedang dijalani tidak dihayati. Buktinya, para olahragawan profesional yang setiap hari melakukan pekerjaan yang sama berulang-ulang, karena mereka menghayati pekerjaannya, tidak diterjang kebosanan.

Berusaha Lari

Seringkali, orang merasa kesukaran memisahkan antara kebosanan dan perasaan-perasaan kecewa, jengkel pada diri sendiri atau pada orang lain, merasa tak produktif, dan sebagainya. Pada waktu yang sama, ia tak mampu mengenali akar masalah yang menyebabkan kebosanan menerjang dirinya. Akibatnya kebosanan menjadi tak jelas ujung pangkalnya, yang menyebabkan seseorang ingin lari dari kebosanan, meski tak tahu akan kemana.

Oleh sebab itu, mengenali faktor kebosanan adalah langkah tepat yang harus ditempuh. Bertanya kepada diri sendiri untuk mencari tahu sebabnya, misal saat seseorang melakukan hal yang sama secara terus-menerus tanpa ada variasi membuat keadaan fisik dan jiwa lelah. Kelelahan jiwa itulah yang melahirkan kebosanan. Terlebih dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya dalam dirimu ada hak yang harus kamu penuhi.”

Fisik dan jiwa harus fresh, agar rasa bosan hilang, solusinya adalah dengan istirahat. Karena normalnya setiap hari jantung manusia berdetak 100.000 kali, berbicara sebanyak 4.000 kata, bernafas 20.000 kali, menggerakkan otot-otot besar 750 kali dan mengoperasikan 14 miliar sel otak.

Terus Bergerak

Bergerak adalah tanda kehidupan, rasa jenuh bisa menghampiri saat pekerjaan yang kita lakoni stagnan tidak ada perubahan. Maka solusinya cobalah mencari variasi aktifitas atau berfikir agar lebih kreatif, intinya jangan sampai berhenti bergerak. Allah SWT berfirman: “Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya ke[ada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (QS. Al Insyirah: 7-8)