Seminar yang dilaksanakan di Auditorium Pegadaian Jakarta Pusat ini menghadirkan Pembicara dari Indonesia dan Malaysia, yaitu Dr. Ahmad Zain Anajah, M Ismail Yusanto, Dato’ Aidit bin Ghazali, Prof. Dr. Syahrizal Abbas, dan Sepky Mardian, SEI, MM, SAS.

Dalam sambutan pembukanya, Ustadz Syuhada Bahri mengingatkan bahwa dalam kehidupan yang semakin sekular dan liberal ini kemajuan di bidang fisik materal tercapai dengan baik. Tetapi seiring dengan itu, kemunduran secara signifikan terjadi di bidang mental spiritual. Kondisi ini menghasilkan manusia yang secara fisik terlihat bahagia tapi sebenarnya dia tidak bahagia. Kondisi ini, ujar beliau, hanya bisa dijawab dengan penerapan syariat islamiyah dalam hidup dan kehidupan.

Beliau melanjutkan bahwa kini perkembangan syariat islamiyah di bidang ekonomi cukup menggembirakan. Hanya saja beliau mengingatkan kita jangan terlalu gembira, kita harus melihat apakah syariat islamiyah yang diterapkan itu sudah sesuai dengan yang difahami rasulullah dan para sahabatnya.

Beliau juga mengajak kepada seluruh umat Islam untuk selalu menjelaskan indahnya syariat islamiyah  sebab Islam datang dengan kedamaian tidak dengan kekerasan, bukan hanya untuk umat Islam tapi juga untuk umat manusia secar umum.

Terakhir beliau mengapresiasi seminar serumpun ini, sebab dalam pandangan beliau jika umat Islam Indonesia dan Malaysia bisa bersatu maka akan menghasilkan kekuatan yang besar untuk perkembangan Islam ke depan. “Karena itu banyak pihak yang tidak suka jika kita bersatu,” ujarnya. Karenanya beliau berpesan agar umat Islam di kedua negara jangan mudah terpancing oleh masalah yang muncul diantara kedua negara. (assiroji)