Acara penandatangan ini dilakukan di Gedung Kementrian Kehutanan Manggala Wanabakti Jakarta pada hari rabu 14 Maret 2012. Turut hadir dalam penandatangan ini Menteri Kehutanan RI bapak Zulkifli Hasan.

 

 

 

Dalam sambutannya Ketua Umum Dewan Da’wah ustadz Syuhada Bahri mengatakan bahwa dari banyaknya bencana alam yang terjadi di Indonesia, salah satunya diakibatkan oleh makin habisnya hutan dan lahan karena dipergunakan bukan untuk kepentingan masyarakat. ”Penebangan hutan yang marak dilakukan juga merupakan salah satu bentuk kemungkaran, karena Allah menciptakan hutan sesungguhnya untuk dipelihara dan dirawat”, ujar Syuhada.

 

 

 

Ustadz Syuhada menambahkan bahwa da’wah bukan hanya dilakukan diatas mimbar, namun mengajak ummat untuk menanam dan merawat pohon juga merupakan sebagian dari da’wah, karena dengan semakin banyak pohon, maka oksigen yang dihasilkan akan semakin banyak, karena oksigen merupakan salah satu unsur penting dalam kehidupan.

 

 

 

”Dewan Da’wah yang memiliki da’i di hampir pelosok nusantara merupakan mitra yang cocok bagi Kementrian Kehutanan dalam rangka memberi penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya menanam dan merawat hutan, jika da’i ikut dilibatkan dalam program ini, insya Allah akan lebih mudah diterima dan dipahami masyarakat, karena apa yang disampaikan selalu dikaitkan dengan nilai-nilai agama”, tambah ustadz yang sudah lama berkecimpung di daerah pedalaman ini.

 

 

 

Dewan Da’wah, menurut Ketua Umum, saat ini memiliki program da’i datang, desa rindang. Dengan adanya kesepakatan ini, maka setiap da’i Dewan Da’wah yang bertugas di pelosok nusantara dapat berperan untuk mensukseskan program penanaman dan penghijauan hutan dan lahan, sehingga da’i tidak hanya bertugas memberikan memberikan keteduhan dan penghijauan bagi hati ummat, namun dapat juga memberikan penghijauan bagi lingkungannya dengan menanam bibit pohon.

 

 

 

Kepada para da’i Dewan Da’wah, ustadz Syuhada berharap agar apa yang sudah dihasilkan dalam kesepakatan ini dapat dijalankan dan diaplikasikan dengan baik ditengah masyarakat, sehingga program penghijauan seperti yang dicanangkan Kementrian Kehutanan dapat berjalan.

 

 

 

Mentri Kehutanan Zulkifli Hasan dalam sambutannya mengatakan bahwa Kementrian Kehutanan merasa senang bisa bekerjasama dengan Dewan Da’wah dalam rangka mensukseskan penghijauan dan rehabilitasi hutan dan lahan.

 

 

 

Sebagai organisasi yang memiliki perwakilan diseluruh Indonesia, Dewan Da’wah ujar Zukifli Hasan memiliki peran yang sangat besar untuk mendukung program penghijauan hutan kementrian kehutanan, apalagi para da’i yang bertugas memiliki kedekatan yang erat dengan masyarakat.

 

 

 

”Saat ini kementrian kehutanan memang memiliki program untuk menanam pohon dan memperbaiki kerusakan yang diakibatkan oleh penebangan hutan. Kerusakan hutan yang terjadi saat ini sudah sangat parah, sehingga diperlukan langkah yang sangat strategis untuk memperbaikinya”, ujar Menhut.

 

 

 

Untuk itulah, ujar Zulkifli Hasan, diperlukan kemitraan dengan organisasi dan lembaga masyarakat, karena untuk melakukan ini pemerintah tidak mungkin dapat melakukannya sendiri.

 

 

 

Menhut juga menjelaskan bahwa dengan adanya penandatangan nota kesepakatan ini diharapkan Dewan Da’wah dapat berperan aktif untuk memberikan penyuluhan dan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya menanam dan menghijaukan lahan.

 

 

 

”Dengan MoU ini, tugas da’i Dewan Da’wah akan bertambah, selain menjadi da’i bagi rohani ummat juga menjadi da’i dibidang lingkungan”, Menhut menambahkan.

 

 

 

Turut hadir dalam penandatangan ini Anggota Pembina Dewan Da’wah Anwar Saleh, Wakil Sekretaris Umum Avid Solihin, Bendahara Edi Setiawan, Direktur Lazis Dewan Da’wah Ade Salamun serta Direktur PT. Hudaya Prima Rizki Mohammad Iqbal.(maulana)