Kedua, perlu mengevaluasi dan memperbaharui metodologi dakwah dengan cara memberikan pembekalan kepada mubhaligh yang terjun kepada masyarakat. Mulai dari cara penyajian dakwah, materi dakwah, evaluasi dakwah dan strategi dakwah dan keterlibatan mubhaligh dalam mempengaruhi kebijakan publik.

Ketiga, adalah memperkuat dan menata lebih baik basis-basis dakwah. Seperti masjid, madrasah dan kampus-kampus dalam rangka melahirkan kekuatan jamaah, melahirkan mubhaligh yang berkompeten dan leader yang mampu menjadi pemimpin bangsa. Kata Usmar.

Dalam mempersiapkan hal tersebut sekaligus membuat program dakwah khususnya tahun 2015, Menurut Masdiwar, S.PdI Sekretaris  Dewan Dakwah Kota Bukittinggi jauh hari telah merencanakan berbagai kegiatan yang mendukung hal tersebut di atas. Kantor Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kota Bukittinggi  telah menyelenggarakan  beberapa kegiatan dakwah berupa: Seminar untuk lembaga pendidikan dengan tema, “Strategi Dakwah Menghadapi Ghazwul di Dunia Pendidikan Menengah.” Sabtu, 29 November 2014. Dengan Narasumber Teten Romly Qomaruddin, MA dengan Afrianto Korga M.Pd Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Perwakilan Sumatera Barat. Pada acara tersebut lebih dalam dibahas bagaimana mengkounter masuknya budaya asing yang bententangan dengan agama dan budaya nasional.  Untuk itu perlu adanya kerjasama  antara sekolah-sekolah menengah, lembaga dakwah dalam membangun pendidikan yang mengutamakan pembinaan mental.  Dalam acara tersebut dibentuk forum komunikasi antar sekolah yang diwakili oleh guru agama dan Bimbingan penyuluhan. Acara yang diselenggarakan  pada conference room hotel Dymen diikuti sebanyak 60 orang perserta utusan majelis guru dan kepala sekolah menengah swasta dan negeri se kota Bukittinggi.

7 Desember 2014 juga telah dilaksanakan acara Pembekalan Peningkatan Kapasitas  dan Kinerja Mubhaligh/Da’i se- Kota Bukittinggi. Acara tersebut dengan mengundang Pembicara K.H. Syuhada Bahri, Lc Ketua Dewan Dakwah Pusat dengan Drs. H. Amlir Syaifa, Ma (sekretaris Jenderal Dewan Dakwah Pusat). K.H Syuhada Bahri melihatkondisi yang sedang dialami oleh ummat dalam kontek bernegara.  Dengan kondisi sekarang ini yang semakin galau, maka dewan dakwah mengusung tema utama adalah “Menyelamatkan Indonesia dengan Dakwah.” Semua terjadi karena terjadinya pendangkalan pemahaman keagamaan.  Agama hanyalah dilihat dari sisi ritual saja tanpa mengimplementasikannya dalam kehidupan yang nyata. Ia jugamemaparkan tentang visi, misi dan strategi dalam konteks globaliasi.  Di samping memberikan memaparkan tentang persoalan-persoalan dakwah sekarang ini. Sedangkan Amlir Syaifa memaparkan tentang bagamaina mengemas dakwah agar dapat diterima oleh jamaah. 

Dalam pelatihan yang diselenggarakan di Kampus STIKES Yarsi Sumatera Barat Bukittinggi tersebut Dewan Dakwah Pusat juga memberikan paket buku yang berisi 10 buah buku kepada mubhaligh yang mengikuti acara tersebut. Acara tersebut dengan rencana tindak lanjut dengan membuat kegiatan terpadu antar lembaga dakwah yang ada di Kota Bukittinggi.

Masdiwar menambahkan pada 13-14 Desember 2014 diselenggarakan Pelatihan Pengelolaan Masjid di Kampus Stikes Yarsi Sumbar Bukittinggi dengan Narasumber Drs. H Avid Solihin, MMwakil Sekjen Dewan Dakwah Pusat memaparkan pentingnya mendudukkan Visi, Misi dan Program Pengurus Masjid dalam mengelola masjid.  Dengan adanya hal tersebut dapat diukur sudah sampai dimana capaian dari pengurus masjid. Kemudian untuk mengontrol kinerja pengurus diharapkan pengurus masjid membuat Anggaran Dasar dan Anggaran rumah tangga. Sehingga jelas mekanisme kepengurusan dan jelas pembagian kerj dari pengurus tersebut. Pembicara kedua disampaikan oleh Drs. H Misbah Malim, Lc, MSc. Ia mengupas lebih dalam tentang spirit dalam pengelolaan masjid menurut Islam itu sendiri dan bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kondisi sekarang.  Rencana lanjutan kegiatan adalah bagaimana mengkomunikasikan kegiatan-kegiatan masjid ke pada Dewan dakwah bukittinggi agar saling bekerja sama

Di samping kegiatan tersebut di atas, dalam menghadapi kemajuan teknologi, Dewan Dakwah Bukittinggi juga membuat stasiun Radio Komunitas dengan nama Gema Suara Arafah yang dipancarkan pada gelombang 107,5 MHz. Radio tersebut akan dinahkodai oleh Drs. Munadi Kepala Stasiun, Akmal dan Ikbal sebagai Produksi, Arham sebagai Bagian Umum. Radio mulai siaran tahun 2015 dengan format dakwah, hiburan, talkshow dan news.

Semua kegiatan Dewan Dakwah Kota Bukittinggi mendapat dukungan  dari Pemerintah Kota Bukittinggi, melalui APBD 2014. (akmal)