JAKARTA, (Panjimas.com) – Awal tahun 2016 ini, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mendapat amanah dari Raja Arab Saudi untuk memimpin rombongan atau kafilah umrah atas undangan Khadimul Haramain Assyarifain Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud.

Kafilah diketuai Ustadz Abdul Wahid Alwi, yang didampingi KH Cholil Ridwan selaku wakil ketua dan Ustadz Jeje Zainuddin sebagai sekretaris.

Rombongan terdiri 24 orang Indonesia terpilih dari berbagai kalangan. Di antaranya dari Dewan Dakwah, MUI, NU, Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), Perhimpunan Al Irsyad, Pimpinan Pesantren, Rektor Perguruan Tinggi, dan lain-lain.

Kafilah Umroh Indonesia tiba pada Rabu (20/01) malam waktu Saudi. Kedatangan mereka di Bandara Internasional Mohammad bin Abdul Aziz disambut oleh pejabat komite program umrah Khadimul Haramain.

Tim dari Indonesia kemudian bergabung dengan tim besar tamu Raja Saudi. Tamu internasional ini terdiri 250 tokoh dari 27 negara di Benua Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika Latin. Mereka berasal antara lain dari Bosnia-Herzegovina, Serbia, Kosovo, Montenegro, Kroasia, Kenya, Tanzania, Senegal, Gambia, Afrika Selatan, Pantai Gading, Indonesia, Pakistan, India, Sri Lanka, Filipina dan Thailand, serta delapan negara dari Amerika Latin.

Selama di Madinah, rombongan antara lain mengunjungi Masjid Nabawi serta situs-situs bersejarah peninggalan jaman Rasulullah SAW. Mereka juga mengunjungi Museum Masjid Nabawi di basement Masjid Nabawi dan Masjid Quba serta percetakan Al Qur’an di kota ini. Para tamu juga disambut oleh Imam Masjid Nabawi, Syaikh Salah bin Muhammad Al Budair.

Pada Senin (25/01/2016), rombongan bergerak ke Mekkah untuk umrah dengan mengambil miqat di Abyar Ali. Mereka tiba di Mekkah jelang magrib, kemudian melaksanakan umrah selepas sholat Isya.

Program selama di Mekkah antara lain mengunjungi Museum Arsitektur Masjid Al Haram Mekkah-Madinah dan pabrik pembuatan Kiswah Ka’bah. Kemudian menyambangi Arafah dan Mina serta menerima haflah penghormatan di Ta’if sambil menikmati telefrik (kereta gantung).

Di sela-sela kunjungan, kafilah umrah Indonesia menyelenggarakan pertemuan dan dialog dengan para mahasiswa asal Indonesia baik di Mekkah maupun Madinah.

Tetamu Raja Saudi juga bersilaturahim kepada Imam Masjid al Haram Syaikh Abdullah Awad Al Juhany. Mereka juga diterima oleh Yang Mulia Syaikh Saleh bin Abdulaziz Al- Syaikh, Wazir (menteri) Al Syu’uun Al Islami yah wal Auqaf wad Da’wah wal Irsyad.

Kepada Syaikh Saleh bin Abdul Azis Al Syaikh, secara khusus Ustadz Abdul Wahid Alwi menyampaikan terima kasih atas undangan dan penyambutan Kerajaan Saudi. Sesepuh Dewan Dakwah ini juga mendoakan kebaikan bagi Khadimul Haramain Assyarifain Raja Salman bin Abdul Azis dan Syaikh Saleh.

Atas nama kafilah Indonesia, Ustadz Wahid Alwi memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja Direktur Komite Eksekutif Program Tamu Khadimul Haramain, Syaikh Abdullah bin Medlij Al-Medlij. Menurut Ustadz Wahid Alwi, pelayanan tuan rumah sangat ramah, nyaman, dan menyenangkan para tamu.

Penghargaan yang sama juga ditujukan kepada Duta Besar Saudi Arabia Al Ustadz Musthofa Al Mubarok dan Atase Keagamaan Kedutaan Arab Saudi untuk Repulik Indonesia, Syaikh Ibrahim Al Nughaimishy, yang telah banyak membantu rombongan.

Ustadz Wahid Alwi menuturkan, Program Umrah Undangan Khadimul Haramain ini adalah kali yang kedua. Program ini untuk melengkapi Program Haji Undangan Khadimul Haramain yang sudah berlangsung selama duapuluh tahun. [RN]