Ketua Bidang Pemberdayaan Dewan Da’wah Daerah Ustadz Misbach Malim dalam sambutannya mengatakan bahwa acara workshop ini diadakan sebagi upaya terwujudnya organisasi Dewan Da’wah yang hidup, aktif dan mandiri sehingga dapat melaksanakan kegiatan dan gerakan da’wah secara optimal dalam mewujudkan visi dan misi Dewan Da’wah.

 

“Workshop ini sebagai media untuk melatih dan menimba ilmu tentang bagaimana mengelola dan mengatur sekretariat Dewan Da’wah, tidak hanya di pusat namun juga di daerah, sehingga sekretariat sebagai sentral dari berjalannya sebuah organisasi dapat berfungsi baik dan optimal, dan diharapkan aktifitas dan kegiatan Dewan Da’wah dapat berjalan dengan baik”, ujar ustadz Misbach.

 

Misbach juga mengatakan bahwa diantara kriteria Dewan Da’wah yang aktif adalah adanya sekretariat yang menjalankan fungsinya sebagai pusat komunikasi, pusat koordinasi dan “dapurnya organisasi”, serta ditandai dengan adanya aktifitas dan gerakan da’wah yang berjalan secara rutin dengan menyebutkan Dewan Da’wah sebagai pelaksananya baik secara langsung maupun tidak langsung. Adapun kriteria Dewan Da’wah yang mandiri diantaranya ditandai dengan tersedianya sarana pendukung organisasi termasuk dana yang cukup untuk membiayai seluruh kegiatan organisasi.

 

“Untuk itulah diadakan pelatihan workshop ini agar kedepan diharapkan organisasi Dewan Da’wah, utamanya didaerah dapat berjalan dengan baik dan mandiri, sehingga masyarakat akan dapat merasakan langsung kiprah Dewan Da’wah”, tambah ustadz Misbach.

 

Sementara itu Ketua Umum Dewan Da’wah dalam tausiahnya mengatakan bahwa da’wah merupakan jalan yang paling mungkin untuk melakukan perubahan, utamanya perubahan hati manusia agar menjadi lebih baik dari sebelumnya.

 

“Dalam hati manusia sesungguhnya sudah tertanam iman, dan sudah menjadi tugas dari da’wah untuk menjaga dan memeliharanya dengan ilmu, amal dan do’a”, tukas Ustadz Syuhada.

 

Syuhada menambahkan bahwa untuk menjalankan tugasnya, para juru da’wah mesti membekali dirinya dengan berbagai ilmu yang mumpuni dan diperlukan juga koordinasi yang baik dengan lembaga, agar langkah dan gerak da’wahnya sesuai dengan visi dan misi. “Untuk itulah agar terjalin koordinasi yang baik, salah satunya diperlukan sekretariat yang baik, karena salah satu fungsinya adalah mengkoordinasikan para da’i yang bertugas dilapangan, sehingga visi dan misi serta program kerja dapat berjalan baik”, tambah ustadz yang lama berkecimpung di daerah pedalaman ini.

 

Workshop ini, ujar Syuhada, menjadi media yang sangat penting, karena dari acara inilah para aktifis da’wah, baik di pusat maupun di daerah, dapat menimba ilmu dan pengalaman bagaimana menjadikan sekretariat yang aktif dan kreatif. “Jika sekretariat aktif dan kreatif, insya Allah gerak dan langkah da’wah akan lebih terkoordinasi dengan baik”, tambanya.

 

Ustadz Syuhada juga berpesan agar momen workshop ini dapat dimaksimalkan sebaik mungkin, sehingga ketika kembali kedaerah masing-masing sudah memiliki bekal yang mumpuni untuk membuat sekretariat Dewan Da’wah yang aktif, kreatif dan mandiri.

 

Acara workshop ini diisi dengan berbagai materi, antara lain Pedoman Penyelenggaraan Organisasi Dewan Da’wah Daerah disampaikan oleh Ustadz Misbach Malim, Tehnik Analis Manajemen dengan Data SWOT oleh Ustadz Avid Solihin, Strategi Optimalisasi Penggalian dana da’wah oleh Direktur Lazis Ade Salamun serta Sistem Informasi Manajemen Dewan Da’wah disampaikan oleh Taufik Hidayat, Ketua Biro Humas Dewan Da’wah.

 

Disampaikan juga tentang Pengalaman dan Potensi unggulan Dewan Da’wah daerah yang disampaikan oleh ustadz Aris Munandar dari Dewan Da’wah Jawa Tengah, ustadz Ansori dari Dewan Da’wah Lampung dan Ustadz Roinul Balad dari Dewan Da’wah Jawa Barat.

 

Para peserta workshop merasa senang dengan acara ini, karena mendapat ilmu dan pengalaman bagaimana membuat sekretariat Dewan Da’wah menjadi aktif, kreatif dan mandiri dan akan mencoba untuk mengaplikasikannya didaerah masing-masing.

 

Ustadz Misbach Malim mengatakan bahwa acara workshop ini akan dilaksanakan kembali dengan mengundang daerah lain, sehingga diharapkan semua daerah memiliki pengetahuan dan pengalaman untuk menjadikan sekretariat Dewan Da’wah lebih aktif, sehingga akan terbangun sistem yang sama antara satu daerah dengan daerah yang lain. Jika sistem sudah terbangun maka gerak dan langkah Dewan Da’wah ditengah ummat akan lebih terasa, sesuai dengan tema yang diusung Dewan Da’wah yaitu Selamatkan Indonesia dengan Da’wah.

 

Acara workshop ini ditutup oleh Ketua Umum Dewan Da’wah Ustadz Syuhada Bahri. (rusdi)