Ketika ditanya apakah Dewan Da’wah perlu memberikan pernyataan resmi sehubungan banyak nya pertanyaan berbagai elemen masyarakat di kantor redaksi tentang masalah ini, Syuhada mengaku untuk sementara masih belum.

 

“Untuk sementara masih belum, sebab kami masih dalam posisi mencari tahu, siapa sesungguhnya yang datang mengatasnamakan kita dalam pertemuan itu, “ ujarnya lagi.

 

“Jadi posisi kita saat ini, baru sedang mencari dan mengumpulkan informasi.”

 

Seperti diketahui, minggu lalu, Jumat (01/01/2012), bertempat di Kantor PBNU, Jl. Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, dibentuk organisasi kemasyarakatan berbasis massa Islam bernama Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) yang beranggotakan 13 organisasi massa Islam.

 

Ke-13 ormas yang tergabung dalam LPOI itu ialah; Nahdlatul Ulama, Persis, Al Irsyad Al Islamiyah, Al Ittihadiyah, Mathlaul Anwar, Arrabithah Al Alawiyah, Al Wasliyah, Adz Dzikra, Syarikat Islam Indonesia, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Ikatan Dakwah Indonesia (IKADI), PERTI, Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia.

 

Bertindak sebagai ketua umum LPOI adalah Ketua PBNU, KH Said Aqil Siroj.

 

Menurut Aqiel Siradj, lembaga ini dibentuk sebagai antisipasi terhadap ormas-ormas yang dianggap radikal dan untuk melawan kekuatan yang ingin merongrong NKRI.

 

“Lembaga ini dibentuk untuk memperkuat NKRI, mencapai Islam yang rahmatan lil alamain. Lembaga ini juga menolak segala kekerasan dengan alasan apapun. Saya tidak mengatakan pada ormas tertentu,”  ucapnya.

 

Menurut Aqil, hari Kamis 7 Juni 2011, utusan ormas tersebut akan bertemu Presiden di Istana.

 

Menariknya, ormas besar seperti Muhammadiyah tidak ikut tergabung di dalamnya. (hidayatullah.com)