Ketua Dewan Da’wah Kota Tangsel, Hasanuddin AK, menjelaskan, Musda menghasilkan pemantapan format dan susunan pengurus sesuai AD/ART Dewan Da’wah. Begitu juga kelengkapan personilnya.

 

Musyawarah juga menelurkan sejumlah program utama, yang berbasis dakwah dan pendidikan.

 

Ketua Dewan Pembina Dewan Da’wah Kota Tangsel, Farid Hidayat, berpesan agar seluruh pengurus memiliki komitmen dan disiplin yang tinggi terhadap amanah yang diembannya.

 

‘’Meskipun terkendala kesehatan, saya tidak mau diam saja. Saya akan tetap turut memikirkan bagaimana mengembangkan organisasi dakwah kita ini,’’ katanya.

Da’i senior tersebut menambahkan, lebih-lebih pengurus yang jadi ketua dan koordinator, harus bekerja ekstra ikhlas, keras, dan cerdas.

 

Embrio Dewan Da’wah Kota Tangsel sudah mulai beraktivitas tak lama setelah disahkannya Tangerang Selatan sebagai sebuah Kota di Propinsi Banten.

 

Selain pengajian pengurus, dakwah, dan syiar yang sudah biasa berjalan, para pengurus Dewan Da’wah Kota Tangsel juga mengikuti kegiatan-kegiatan di Dewan Da’wah Pusat, Banten, dan DKI Jakarta. Misalnya Mukerwil Banten di Serang, Pelatihan Pengelolaan ZIS (zakat, infak, sedekah) yang diselenggarakan LAZIS Pusat di Ponpes Daarul Fallah Bogor, Gathering Donatur LAZIS Pusat di Jakarta, Revitalisasi Da’i di Pusat, dan Muswil Dewan Da’wah Jakarta.

 

Sekretaris Dewan Da’wah Kota Tangsel, Rahmatullah Rusli, menambahkan, kegiatan yang sedang berjalan adalah aktiviasi website rumahdakwahtangerangselatan.com, penggalangan dana mewujudkan Rumah Dakwah Tangsel, dan pengajian umum reguler. (bowo)