Ketua Dewan Dakwah Aceh Tgk Hasanuddin Yusuf Adan mengatakan, saat ini Dewan Dakwah Aceh sedang fokus untuk pembinaan muallaf di daerah perbatasan Aceh. Karena para muallaf tersebut masih sangat minim dalam memahami keislaman. Hal itu disampaikan Hasanuddin di sela-sela pelantikan Pengurus Wilayah Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Provinsi Aceh (Dewan Dakwah Aceh) periode 2015-2020, Selasa (31/5) malam di Anjong Mon Mata, Banda Aceh.

Pelantikan oleh Ketua Umum Dewan Dakwah Pusat Mohammad Siddiq. Turut hadir Gubernur Aceh Zaini Abdullah, unsur Forkopimda, jajaran SKPA, ormas Islam, OKP, partai politik, Wakil Walikota Banda Aceh, serta undangan lain.
Dikatakan, sudah lima tahun Dewan Dakwah Aceh bekerjasama dengan Pemerintah Aceh melalui Baitul Mal Aceh melakukan pembinaan dan pendampingan muallaf yang berasal dari Subulussalam, Aceh Singkil, Simeulue, Aceh Tenggara dan Aceh Tamiang.

Kepada mareka diajarkan tentang aqidah dan ibadah praktis, khususnya tata cara wudhuk dan shalat menurut tuntunan sunnah, dan juga tata cara membaca Al Quran secara baik dan benar sehingga mampu membaca Al Quran menurut aturan ilmu tajwid.

“Apa yang telah dilakukan oleh Baitul Mal Aceh ini perlu di apresiasi dan kita berharap supaya program tersebut akan terus ada di tahun-tahun berikutnya,” kata Hasanuddin.
Sementara Ketua Umum Dewan Dakwah Pusat Mohammad Siddiq menyampaikan bahwa pihaknya telah mendirikan Akademi Dakwah Indonesia (ADI). Saat ini sudah terbentuk di delapan provinsi termasuk di Aceh.

Sementara itu Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan, setelah 16 tahun berlalu sejak syariat Islam diberlakukan di Aceh telah banyak capai-capaian yang sudah diraih. Meskipun tidak terlepas dari berbagai tantangan yang menghadang.

“Diperlukan keterlibatan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk para ulama dan da”i yang tergabung dalam Dewan Dakwah Aceh,” kata Zaini.

Rep: Muttaqin/dedi irawan/MedanBisnis