Turut menyaksikan penglepasan, Deputy Senior Gubernur Bank Indonesia Mirza Adityaswara, dan Menkominfo Tifatul Sembiring. Demikian juga para pengurus Manajemen Masjid Baitul Ihsan (MMBI), Ketua dan pengurus Forum Zakat (FOZ), LPM (Lembaga Pengembangan Masyarakat) STID Mohamamd Natsir, para pengurus LAZIS Dewan Da’wah serta Ketua Dewan Da’wah Provinsi Maluku, Abu Imam Rumbara, yang berbagi kisah dakwah pedalaman.

Para juru dakwah itu adalah sarjana alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir, Jakarta, yang akan melakukan tugas pengabdian dakwah di lapangan.

Sekum Dewan Dakwah Ustadz Amlir, menjelaskan, pengiriman dan penempatan dai ini merupakan kali yang ketujuh. Sebelumnya, pada awal 2013 Dewan Dakwah telah menempatkan 50 dai di Kepulauan Riau. Sedang pada Ramadhan 2014 menempatkan 59 juru dakwah di Banten dan NTT.

Adapun para  dai yang sekarang, akan ditempatkan di pelosok Nusantara seperti di Pulau Nias, Pulau Buru, Pulau Komodo, Pulau Seram, Pulau Halmahera, dan Kepulauan Mentawai serta Riau.

‘’Mereka bertugas membina spiritual masyarakat setempat, juga melakukan advokasi kebutuhan sosial-ekonominya,’’ terang Ustadz Amlir.

No

Lokasi Penempatan

Jumlah Dai

1

Jawa Barat

3

2

Cirebon, Jawa Barat

1

3

Nias, Sumut

1

4

Mentawai,  Sumbar

1

5

Pulau Meranti, Riau

2

6

Batam

2

6

Pulau Buru, Maluku

1

7

Seram Bag. Timur, Maluku

1

8

Pulau Komodo, NTT

1

9

Kec Soe, TTS, NTT

1

10

Alor, NTT

1

11

Lampung

1

12

Sambas Kalimantan Barat

2

JUMLAH

18

Pada kesempatan itu, pengurus Masjid Baitul Ihsan menyerahkan donasi dakwah pedalaman sebanyak dua puluh juta rupiah dan 150 unit wakaf Al Qur’an untuk pedalaman.

Di akhir acara, Menkominfo Tifatul sembiring memberikan suntikan motivasi dan do’a bagi para dai yang akan dikirim ke pedalaman. “Insya Allah, barangsiapa yang menolong agama Allah, maka Allah akan menolong serta mengokohkan kedudukan mereka,” katanya.

Direktur Eksekutif LAZIS Dewan Dakwah H Ade Salamun mengatakan, pihaknya menunjang kegiatan para dai dengan program-program sosial-kemanusiaan seperti Da’i Datang Desaku Terang dan Da’i Datang Desaku Rindang.

Da’i Datang Desaku Terang adalah program bantuan sarana penerangan berbasis teknologi yang praktis, murah, hemat, aman, dan ramah. Sarana ini menggunakan bola lampu LED (Light Emitting Diode) dan sumberdaya accu yang bisa di-charge. Alternatif lainnya adalah energi tenaga surya.

‘’Bantuan penerangan diberikan kepada rumah keluarga jamaah, pondok da’i, rumah ibadah, dan rumah guru di tempat tugas para da’i,’’ jelas Ade.

Sedang melalui program Da’i Datang Desaku Rindang, para da’i mengajak masyarakat untuk menghijaukan lingkungan dengan tanaman produktif, baik tanaman keras maupun sayur-sayuran dan apotek hidup. Program ini terbukti berhasil misalnya di Sikakap (Mentawai) dan Bula (Seram Bagian Timur) yang masing-masing menyelenggarakan panen raya padi dan sayur-sayuran. 

‘’Kami juga mendukung pengembangan ekonomi jamaah binaan da’i dengan usaha kecil berbasis sumberdaya lokal. Misalnya pembuatan kerupuk tengiri di Pulau Terong Kepulauan Riau,’’ imbuh Ade Salamun.

Para dai pun menyalurkan bantuan seperti paket bingkisan dan ifthor Ramadhan, qurban, layanan kesehatan gratis, bantuan korban bencana, dan lain-lain untuk masyarakat setempat.

Ketua Umum Dewan Dakwah KH Syuhada Bahri, mengajak masyarakat untuk turut mendukung dakwah pedalaman. Dukungan dapat berupa biaya transportasi penempatan dai, biaya hidup dai, sarana transportasi dai, dan kerjasama program penunjang dakwah.

Kemitraan dan partisipasi silakan menghubungi 021-31901233 atau SMS 0858-8282-4343.