Melalui Gubernur Makkah Al-Mukarramah, Pangeran Khalid Al-Faishal Al Saud, Pelayan Dua Tanah Suci, Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud, menegaskan bahwa Kerajaan Saudi Arabia berkomitmen menjadi contoh dan panutan dalam menjaga hak asasi manusia dan kebebasan yang sesuai dengan syariat.

Selain itu, Raja Salman menyampaikan komitmen Kerajaan dalam mewujudkan pertumbuhan yang menyeluruh untuk semua lapisan masyarakat, stabilitas keamanan dan persatuan antarwarga.

“Saya merasa terhormat bisa menyampaikan ucapan Raja Salman pada pembukaan muktamar ini. Saya juga menyambut para tamu yang mulia dari kalangan para ulama yang mendalam ilmunya,” kata Pangeran Khalid dalam acara pembukaan Muktamar Internasional, “Orientasi Berfikir antara Kebebasan Berpendapat dan Rambu-rambu Syariat” yang diselenggarakan oleh Rabithah Alam Islami, di Makkah, pada Ahad (19/3) kemarin, seperti dilaporkan oleh Harian Al-Madinah,  Senin (20/3).

Masih meniru penyampaian Raja Salman, dia melanjutkan, kebebasan berpendapat ini dijamin dalam Islam dengan tetap memperhatikan rambu-rambu syariat sebagaimana yang disampaikan oleh Majma’ Fiqh Islami pada pertemuan yang kesembilan 8 tahun silam.

Yang antara lain, tujuannya untuk mencari ridha Allah dan maslahat ummat Islam, tidak menyerang simbol dan syiar agama, obyektif, jujur dan jauh dari hawa nafsu, tidak menyebabkan konflik, tidak menyerang pihak lain dan pendapat yang disampaikan berasal dari sumber yang kredibel.

Menurut Pangeran Khalid, Raja Salman juga menyatakan sangat mengapresiasi penyelenggaraan muktamar internasional yang diselenggarakan oleh Rabithah Alam Islami itu.

“Semoga Allah memberikan taufik dan berkahNya atas kesungguhan kalian dan juga untuk Rabithah Alam Islami saya ucapkan terima kasih atas terselenggaranya muktamar ini dengan berharap semoga muktamar ini bisa mendapatkan hasil yang diharapkan,” terang Pangeran Khalid.

Ed : Muttaqin | harianamanah.com