Ratusan mahasiswa STID Moh. Natsir mengikuti kuliah umum bersama Ustadz Dr.Ahzami Sami’un Jazuli, MA.
Suasana kuliah umum yang diselenggarakan pada hari Sabtu (09/09/17) di Aula lantai tiga STID Moh. Natsir terlihat lebih ramai dari kuliah umum sebelumnya. Hal tersebut terbukti dengan tumpah ruahnya mahasiswa sehingga harus duduk di luar pintu aula.

Ustadz Ahzami, begitu Ia akrab disapa, dalam kuliah umum yang bertajuk, “Dakwah Pilihan Hidupku” menyampaikan tentang dua hal, yaitu alasan mengapa dakwah harus menjadi pilihan hidup dan cara agar istiqomah di jalan dakwah. Menurutnya, di antara alasan mengapa harus memilih dakwah sebagai jalan hidup adalah, karena dakwah merupakan jalan hidupnya para Nabi, dakwah juga merupakan ketetapan dari Allah yang pasti membawa kebaikan, selain itu aktivis dakwah adalah ciri umat yang terbaik, jalan dakwah juga sesungguhnya jalan mendapatkan keselamatan dari azab Allah, dan dakwah juga merupakan kebutuhan umat manusia.

“Aktivis dakwah harus bangga menjadikan dakwah sebagai jalan hidupnya, karena jalan dakwah adalah jalan hidup Rasul dan pengikutnya. Sebagaimana Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah, Inilah jalanku; aku menyeru kepada Allah di atas landasan ilmu yang nyata, inilah jalanku dan orang-orang yang mengikutiku…” (Qs. Yusuf: 108), ” jelasnya dengan penuh semangat. Terkait tentang tips agar istiqomah di jalan dakwah, Ustd Ahzami yang juga ketua Lajnah Pembebasan Masjidil Al-Aqso ini menerangkan, bahwa istiqomah artinya senantiasa berkomitmen dalam menjalankan syariat Allah.

Kemudian, pria kelahiran Pati Jawa Tengah ini berbagi tips kepada mahasiswa, agar tetap istiqomah di jalan dakwah. Karena menurutnya, banyak aktifis dakwah berguguran di jalan dakwah disebabkkan lemahnya komitmen seseorang pada syari’at Allah. Tips yang disampaikannya ialah pertama hendaknya memperbaharui semangat dakwah, kedua dakwah harus menyertai dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, ketiga mempersiapkan mental dakwah, ke empat mempersiapkan kaderisasi, dan yang ke lima mempunyai orentasi dakwah ilallah (kepada Allah).

“Kita harus memiliki tujuan dakwah ilallah (kepada Allah) bukan ilaiya (kepada saya) yang cenderung mengangkat ketokohan, bukan pula ilaina (kepada kita) yang cenderung mengarah kepada sikap fanatik terhadap sebuah golongan,” papar Ustadz yang sudah menghabiskan masa kuliah S1 sampai S3 di universitas yang sama, yaitu Universitas Islam M. bin Saud, Arab Saudi.

Dan tips yang terakhir, sambungnya, ialah kencangkan doa, karena manusia pada hakikatnya mahluk yang lemah yang hanya memohon perlindungan kepada Allah, dzat sumber kekuatan.

“Agar tetap diteguhkan hatinya dalam dakwah, ingatlah sebuah do’a yang selalu dibaca oleh Rasulullah saw, “Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala diinik” artinya ‘Wahai Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu, ” pungkasnya.

Rep : Alfian Muttaqin | Foto : Istimewa