Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) berencana akan kembali menggelar aksi bela Islam yang akan berpusat di Masjid Istiqlal dan Gedung Mahkamah Agung.Jumat (5/5/2017) mendatang.

Aksi akan berisi tuntutan agar terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dihukum penjara maksimal. “Shalat Jumat di Masjid Istiqlal lanjut dengan longmarch ke Mahkamah Agung. Aksi damai dan simpatik menjaga keadilan hukum. Ahok penista agama Islam harus dihukum maksimal,” ujar anggota GNPF MUI, Kapitra Ampera , Senin (1/4).

Kapitra mengemukakan, aksi tersebut akan digelar mulai dari shalat Jumat berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat dengan dilanjutkan dengan aksi long march menuju Mahkamah Agung (MA). “Kami mengajak untuk aksi damai dan simpatik menjaga keadilan hukum Ahok harus dihukum maksimal,” ujar Kapitra, Jakarta, Senin (1/5/2017).

 

Kapitra menjelaskan peserta aksi bela Islam 55 itu diperkirakan akan dihadiri oleh jutaan umat Islam yang mencari keadilan. “Estimasi sekira 5 juta, mereka alumni 212,” ujar Kapitra. Lebih jauh, Kapitra menegaskan aksi ini juga akan digelar acara doa bersama untuk tujuan keselamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Polisi tidak boleh melarang karena aksi dilindungi oleh Pasal 18 UU No 9 Tahun 1998,” tutup Kapitra.

 

Sekadar diketahui, Majelis Hakim akan memutuskan atau memvonis terdakwa kasus dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada 9 Mei 2017 mendatang. Ahok sendiri dinilai Jaksa Penuntut Umum (JPU) terbukti melanggar Pasal 156 KUHP. Ahok hanya dijerat satu tahun penjara dan dua tahun masa percobaan.

 

Menjawab seruan tersebut, Zulfi Syukur selaku ketua Aksi Bela Islam Dewan Dakwah menghimbau keluarga besar Dewan Dakwah dapat berpartisipasi dalam aksi tersebut. “Khususnya bagi Jamaah Dewan Dakwah di sekitar Jabodetabek, kami menghimbau untuk ikut”, tegasnya kepada Akhbar Dewan Dakwah, senin (01/05) di gedung menara Dakwah Jakarta

Mudah-mudahan acara ini dapat berlangsung dengan aman dan tertib. Dan semoga aspirasi ummat dapat tersampaikan agar Penista Agama dihukum seberat-beratnya sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. amin ya rabbal alamin.

Rep: Muttaqin