Menghadapi perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih, para da’i dituntut untuk menggunakan berbagai metode dakwah. Di era seperti saat ini, sarana teknologi informasi, seperti website atau sosial media lainnya merupakan salah satu lahan dakwah yang potensial.

Hal tersebut disampaikan oleh Guberur Aceh, dr H Zaini Abdullah, dalam sambutan singkatnya pada acara Pelantikan dan Tausiyah Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia atau DDII Aceh, yang dipusatkan di Anjong Mon Mata, Selasa (31/5/2016) malam.

“Target dakwah kita semakin beragam. Arus informasi yang didapat oleh masyarakat melalui dunia maya menuntut kita untuk menggunakan berbagai metode dalam berdakwah. Dan website serta media sosial lainnya, saat ini menjadi salah satu lahan dakwah yang sangat potensial,” ujar Zaini.


Zaini berharap, sebagai lembaga yang telah lama berkiprah dalam dunia dakwah dan pembinaan ummat, DDII diharapkan dapat terus berperan dalam penguatan pelaksanaan Syariat Islam di Aceh.

“Kami berharap, Dewan Dakwah Islam Indonesia dapat terus membantu kerja Pemerintah Aceh dalam hal penguatan pelaksanaan Syari’at Islam di daerah yang kita cintai ini,” ujar pria yang akrab disapa Doto Zaini itu.

Menurut Gubernur, Salah satu hambatan yang dihadapi dalam penerapan Syari’at Islam adalah pemahaman dan persepsi yang salah dari masyarakat luar terhadap Syariat Islam. Disinilah diharapkan peran para da’i untuk meluruskan kekeliruan ini, agar masyarakat luar tidak salah dalam memandang Aceh.

Selain itu, Gubernur juga berharap agar DDII dan berbagai organisasi Islam lainnya dapat terus bersinergi dan menyatukan kekuatan untuk mewujudkan Aceh yang Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur.

“Saat ini, aliran sesat semakin marak, ditambah lagi dengan masalah LGBT, narkoba, perselisihan antar golongan dan persoalan lainnya yang melanda masyarakat kita. Karenanya, kami harapkan para da’i dapat terus memperkaya materi dakwahnya untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat, guna menangani berbagai persoalan tersebut,” lanjut Doto Zaini.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengungkapkan berbagai hal yang telah dilakukan oleh Pemerintah Aceh, setelah 16 tahun berlakunya Syariat Islam di Bumi Serambi Mekah ini. Meski banyak menghadapi hambatan, namun telah banyak capaian yang diraih.

Gubernur menjelaskan, saat ini tidak kurang dari 15 Qanun tentang Syariat Islam sudah disahkan. Gubernur juga telah mengeluarkan beberapa Instruksi dan Peraturan Gubernur terkait dengan penguatan pelaksanaan Syariat Islam.

Beberapa Instruksi dan Peraturan Gubernur tersebut adalah tentang Kewajiban harus dapat membaca Al-Qur’an bagi Siswa SD, Pembudayaan kemakmuran Masjid dan Meunasah di Aceh, Pelaksanaan Shalat Berjamaah di lingkungan Instansi Pemerintahan di Aceh, pengumpulan zakat penghasilan bagi PNS dan karyawan swasta di Aceh, dan lain sebagainya.

“Seiring dengan cita-cita kita bersama untuk secara perlahan meninggalkan sistem ekonomi ribawi, konversi Bank Aceh selaku bank daerah menjadi Bank Aceh Syariah juga terus dipacu prosesnya. Insya Allah, pada Agustus tahun ini, Bank Aceh Syariah akan resmi beroperasi.”

Selain itu, sambung Gubernur, kita tentu mengharapkan berbagai aspek tatanan pemerintahan dan kemasyarakatan di Aceh, seluruhnya bernafaskan Syariat Islam. Sejalan dengan hal tersebut, saat ini Pemerintah Aceh sedang merampungkan Grand Desain Penerapan Syariat Islam, yang Insya Allah akan selesai tahun ini.

Selesainya perumusan Grand design Syariat Islam, diharapkan dapat membantu masyarakat dan pemerintah menuju perubahan dalam tata kehidupan, ke arah yang lebih baik sesuai tuntunan Syariat Islam.

“Penguatan Syariat Islam, akan terus dilakukan. Namun hal ini tentu tidak bisa dijalankan sendiri oleh Pemerintah Aceh. seluruh elemen masyarakat harus berpartisipasi, termasuk para ulama dan da’i yang tergabung dalam DDII Aceh,” kata Gubernur Aceh.

“Selamat kepada jajaran pengurus Dewan Dakwah Aceh periode 2016- 2020 yang telah dilantik. Mudah-mudahan semangat dan gairah dakwah dapat lebih kita tingkatkan guna mendorong tegaknya Syariat Islam yang kaffah di Aceh.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan unsur Forkopimda Aceh, Wakil Wali Kota Banda Aceh Ketua Dewan Pimpinan Pusat-DDII, Ketua dan jajaran Pengurus DDII Aceh, Para Alim Ulama, serta sejumlah Tokoh Masyarakat.

Program Pendukung Penguatan Pelaksanaan Syari’at Islam

Dalam rangka penguatan Syari’at Islam, saat ini Pemerintah Aceh telah melakukan berbagai program pendukung, diantaranya Pemberian beasiswa penuh kepada mahasiswa yang melajutkan pendidikan bidang agama di Timur Tengah, pemberian beasiswa Tahfidzh Al-Qur’an, serta mengalokasikan anggaran untuk dayah 2016 hingga mencapai Rp230 miliar.

Selain itu, saat ini Pemerintah Aceh juga telah mengambangkan Wisata halal dan wisata syari’ah, merenovasi Masjid Raya Baiturrahman dan menjadikannya sebagai pusat kegiatan keagamaan, pendidikan dan wisata Islami.

Beberapa waktu lalu, Pemerintah Aceh bersama Maskapai Garuda Indonesia Airways juga telah membuka penerbangan perdana Banda Aceh-Jeddah. Ini diharapkan mampu menampung sejumlah Jama’ah Umrah asal Aceh mengingat waktu tempuh Aceh-Jeddah yang hanya membutuhkan waktu 7 jam.

Selain itu, hingga taun 2015, Pemerintah Aceh telah membantu pembangunan 1.238 Masjid dan 1.363 Meunasah di seluruh Aceh. Pemerintah Aceh juga telah membanguan 11.400 rumah dhuafa, korban konflik dan korban bencana alam.

Rep : Muttaqin/Humas Prov. Aceh