“Berapa banyak orang menggadaikan agamanya karena ekonomi?” Tanya Ustadz Ahmad Al Habsyi kepada 200-an jamaat muslimah yang hadir dalam pengajian Reboan, 20 September 2017, di Aula Masjid Al-Furqan, Dewan Da’wah, Jakarta. Semua orang terdiam. Seolah ada kengerian mendengar kata ‘menggadaikan agama’.

Ust. Ahmad menyatakan banyak sekali produk-produk Yahudi yang dijual di toko/mart. Dijelaskannya, banyak Muslim yang bangga dengan membeli produk-produk itu, padahal sejatinya keuntungan akumulatif dari produk-produk Yahudi akan dikirim ke Israel. “Dan Israel menggunakannya untuk membunuh dan memerangi saudara-saudara kita di Palestina. Maka haram hukumnya menggunakan produk-produk Yahudi kalau produk muslim ada,” Tegas Ust. Ahmad sebagaimana difatwakan ulama dunia Syekh Yusuf Qaradhawi, seraya mengimbau agar kaum muslimin agar jangan menggadaikan agamanya agar mendapat berkah dunia dan selamat akhirat.

“Kita teriak-teriak memprotes tindakan Israel terhadap palestina, tetapi dibalik itu sesungguhnya kita terus membantu Israel memerangi Palestina. Inilah yang disebut dengan orang-orang menggadaikan agama. “Sedangkan Al-Hadits menyebutkan, siapa yang ikut andil dalam kebaikan, maka pahalanya seperti pelaku kebaikan. Buuu…. Buuuu…. Masih mau beli produk Yahudi?” Tanya Ustadz Ahmad Alhabsyi yang serempak dijawab tidak. Kalau demikian, “Ini saatnya kita bersama-sama melakukan jihad ekonomi!” Ajaknya. Momentum 212 kita jadikan sebagai kebangkitan ummat Islam. Jangan lagi membeli produk Yahudi.

Dijelaskannya, prinsip halal dan thayib seorang muslim dalam memilih makanan dan minuman adalah hal yang penting. Makanan dan minuman yang dikonsumsi dapat menentukan karakter seseorang. Ia mengingatkan kepada para orang tua untuk selektif memilih makanan dan minuman, karena mempengaruhi kesalehan anak.

Hadir dalam acara pengajian Reboan adalah KH. Cholil Ridwan yang diutus mendadak oleh Prof. Dr. Ir. H.AM. Saefuddin, MA yang berhalangan karena kesehatannya. KH. Cholil Ridwan mengangkat tema ‘doa’ dalam tausiyahnya. Pada pertengahan tausiyahnya, KH. Cholil Ridwan pun sempat menceritakan bahwa dirinya sudah lama mengharamkan (merk air minum Yahudi – Red). “Sejak saya Ketua MUI dua periode”,  ujar Kyai Cholil sambil mengutip ayat, ‘Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengusahakannya’. Jadi, marilah kita berjihad ekonomi agar kelak mendapatkan ‘hasannah’ di surganya Allah SWT.

Pengajian Reboan Dewan Da’wah adalah pengajian yang dilaksanakan setiap pekan pada hari Rabu pagi, pkl. 08.00 – 10.00 dan terbuka untuk umum. Pengajian Reboan kali ini menghadirkan nara sumber Ust. Ahmad Al Habsyi, yang mengangkat tema keajaiban air dengan tajuk “Air dan Manfaatnya dalam Pandangan Islam”. Berbarengan dengan itu, juga dilakukan penandatangan kerjasama pemasaran Air minum Ajwa,  yang dilakukan oleh Ketua Muslimat Dewan Da’wah, Ustadzah Dra. Hj. Andi Nurul Djannah, Lc. dengan Direktur Pemasaran Air minum Azwa, Harry Naldi.

Ust. Ahmad memperkenalkan Air Ajwa, air minum dalam kemasan yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dibandingkan air minum bermerk yang dijual umum. Beberapa manfaat dari air minum Ajwa antara lain menghentikan pertumbuhan kanker, mengurangi rasa mual pada ibu hamil, melancarkan sirkulasi darah, mengatasi batu ginjal, darah tinggi, sembelit, melancarkan pembuangan dan mengobati maag. Serangkaian pembuktian langsung dilakukan oleh Ust. Ahmad dengan membandingkannya dengan  produk air minum biasa.  Ia membuktikan banyaknya racun yang terdapat pada mie instan, dan pembuktian tersebut membuktikan air minum Ajwa dapat menetralisir racun sedangkan air minum biasa tak kuasa menetralisir racun mie instan dimana perubahan yang terjadi adalah rendaman mie instan pada air biasa  berubah menghitam.