Tetangga yang baik adalah terkadanga kebaikannya melebihi saudara atau sanak kerabat yang jauh.  Hal ini sangat tepat sebab tetangga adalah orang terdekat dengan kita sehingga apapun yang terjadi di dalam rumah tangga maka tetangga mengetahui dan yang pertama yang memberikan jasa baiknya. maka sudah sepatutnya kita wajib menjaga dengan baik interaksi hidup bertetangga. Kita wajib tolong menolong kasih mengasihi dan jaga menjaga antar sesama tetangga demi terwujudnya suatu lingkungan hidup yang baik.

Sebaliknya suatu lingkungan hidup bertetangga yang isinya penuh dengan saling fitnah,  saling memamerkan kekayaan,  saling mendengki,  antipati sosial,  dan hal negatif lainnya  maka gaya hidup serupa ini sama sekali tidak membuat orang di sekitarnya betah tinggal yang akhirnya menyebabkan hidup menjadi penuh persaingan dan membosankan.  Untuk itu Islam memberikan solusi hidup bertetangga.

⁠⁠⁠منكانيؤمنباللهواليومالأخرفلايؤذيجارهومن كان يؤمن بالله واليوم الأخر فليكرم ضيفه ومن كان يؤمن بالله واليوم الأخر فليقل خيرا أو ليصمت (متفقون عليه)

Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah ia mengganggu tetangganya. barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hormatilah tamunya, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka berkatalah baik atau diam (Mttafaqun ‘Alaih)

Sedikitnya lima tips yang mesti dilakukan dalam hidup bertetangga, pertama, saling menjaga jangan sampai berbuat, bersikap dan berkata yang dapat menyakiti hati tetangga. Jika di antara mereka ada yang hidup berkelebihan, sedang tetangganya rata-rata hidup sederhana, maka jangan sekali-kali gemar pamer harta atau melakukan hal yang mungkin  dianggap memamerkan kekayaan.

Kedua, bilamana suatu saat salah satunya ada yang memasak besar, maka sepatutnya masakan itu sekalipun sedikit diratakan pula kepada tetangganya, minimal yang paling dekat pintu rumahnya.

Ketiga, jangan sekali-kali ikut campur urusan rumah tangga orang lain, kalau tidak diminta olehnya.  sebab walaupun niatnya baik, hal tersebut dapat menyinggung perasaan sang tetangga.

Keempat, jangan sekali-kali penasaran atau mencari tahu rahasia/aib rumah tangga orang lain atau tetangga.

Kelima, jika terjadi percekcokan, hendaklah lekas-lekas mencari titik temu perdamaian,  dan jangan sampai saling berdiam diri lebih dari 3 hari, sebab yang demikian itu haram. Karena hal tersebut sudah disabdakan oleh Rasulullah SAW:

لا يحل للمسلم أن يهجره أخاه ثلاث ليال يلتقيان فيعرض هذا ويعرض هذا  وخيرهما الذي يبدأ بالسلام (متفق عليه)

Tidak dihalalkan bagi seorang muslim yang mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari/malam, keduanya bertemu tapi saling buang muka (karena segan bertutur kata). yang terbaik antara keduanya adalah yang pertama kali mengucapkan salam. [kanzen]

Sumber: Ilmu Akhlak // MII Camplong // 1978