Deputi Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PP-PA), Pribudiarta Nur Sitepu, menyarankan penutupan aplikasi gay segera dilalukan. Aplikasi tersebut dianggap meresahkan orangtua dan keluarga.

“Aplikasi seperti ini sifatnya merusak. Jelas ada dampak buruk kepada anak-anak. Kami sarankan penutupan aplikasi gay dilakukan segera,” tegas Pribuduarta sebagaimana dikutip Akhbar Dewan Da’wah dari Republika (Rabu, 14/9) .

Menurutnya, anak-anak dan remaja kini sangat mudah menjangkau dunia maya. Sebelum bisa membaca, anak-anak bahkan sudah lancar bermain gadget. Kondisi seperti ini memudahkan anak untuk dapat mengakses berbagai konten, salah satunya informasi mengenai percintaan sesama jenis. “Ini meresahkan orang tua dan keluarga di Indonesia. Sebab anak-anak mereka jadi lebih berpeluang mengakses konten-konten negatif,” ujarnya. Baca juga Aa Gym Protes Promo Gay di Aplikasi BBM

Pihaknya memahami jika penutupan aplikasi memerlukan sejumlah tahapan. Namun, pemerintah tetap harus menunjukkan komitmen untuk melindungi anak dengan menyegerakan seluruh tahapan sebelum penutupan.

Pribudiarta mengatakan, para orangtua sebaiknya juga menambah pengetahuan tentang perkembangan informasi dunia maya. Menurutnya, kemampuan ini penting dimiliki untuk mendampingi anak dan remaja dalam menggunakan gadget.

Sebelumnya, tim panel yang dibentuk Kemenkominfo meminta aplikasi untuk kalangan gay segera diblokir. Hasil rapat tim panel menyatakan aplikasi untuk kencan penyuka sesama jenis ini dianggap telah meresahkan masyarakat.

“Hasilnya intinya, untuk situs dan juga aplikasi yang bersifat mempromosikan LGBT atau memang berisi penyimpangan seksual maka akan dilakukan penutupan,” kata Kepala Biro Humas Kemenkominfo Noor Iza   (Rabu, 14/9).

Tim panel yang dibentuk Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyepakati rekomendasi pemblokiran aplikasi yang memfasilitasi kencan sesama jenis. Aplikasi tersebut dianggap meresahkan masyarakat.