Akhir-akhir ini Pokemon Go sedang menjadi topik pembicaraan semua orang khususnya remaja. Penggabungan objek 3D dengan lokasi di dunia nyata dalam permainan ini menjadi daya tarik bagi siapa saja yang memainkannya. Sejak diluncurkan 6 Juli lalu, game ini telah diunduh jutaan kali di berbagai belahan dunia. Permainan ini mengharuskan pemainnya untuk mencari monster pokemon di mana saja seperti di taman, lapangan dan tempat lainnya. Untuk mendapatkan pokemon, pemain harus aktif, berjalan, berlari bahkan melompat menuju keberadaan pokemon tersebut. Di Indonesia walaupun belum resmi dirilis namun sudah banyak yang mengunduhnya via apk yang tersebar di dunia maya.

Pokemon Go memang kelihatan menyenangkan dan dapat menghilangkan kebosanan, akan tetapi ternyata permainan ini dapat membahayakan pemainnya bahkan dapat menghilangkan nyawa mereka sendiri, ini dikarenakan pemain terlalu fokus mencari pokemon sehingga tidak memperhatikan jalan yang mereka lalui, bahkan ada yang tertabrak ketika melintas di jalan raya demi mendapatkan satu pokemon.
Akhir pekan ini, sebagaimana diberitakan oleh CNN, seorang gadis ditusuk dan dirampok saat tengah asyik bermain Pokemon Go di Redding, California. Di New York, seorang laki-laki 28 tahun tersangkut di pohon saat mencoba Memburu Pokemon dan akhirnya harus diselamatkan oleh tim Pemadam Kebakaran. Di Bosnia, aparat berwenang mengingatkan para pengguna pokemon go agar mewaspadai area terbuka bekas medan di er 1900-an. pasalnya banyak ranjau aktif yang masih bertebaran di daerah tersebut. Ketika dikonfirmasi mengenai hal keamanan pengguna, Niantic selaku developer Pokemon Go menyatakan keselamatan harus selalu menjadi prioritas.
Terlepas dari itu, permainan ini dapat mengeksploitasi potensi remaja muslim yang pada hakikatnya mereka adalah agent of change. Potensi berfikir remaja muslim terbuang sia-sia dan dihabiskan untuk mencari strategi menangkap pokemon, uang mereka dihabiskan untuk membeli paket internet agar bisa terus memainkannya, dan kekuatan fisik mereka dihabiskan untuk berlari mencari pokemon sehingga mereka terbuai dan lupa bahwa mereka adalah asset umat yang berharga.
Ed : Muttaqin/Suara Islam /Republika