Jempol untuk Dewan Dakwah Banten

“Saya salut pada pengurusnya. Semangat dan kekompakannya untuk melaksanakan program kerja patut diacungi jempol,” ujar Wakil Ketua Umum Dewan Da’wah, Drs. Amlir Syaifa Yasin, MA., saat ditanya mengenai kesannya setelah mengikuti kegiatan Rapat Kerja wilayah (Rakerwil) Dewan Da’wah Provinsi Banten, Ahad pagi, 17 Desember 2017.

Rakerwil Provinsi Banten yang berlangsung di Kampus Akademi Dakwah Indonesia “Al-Bayan” beralamat di Jl. Ranca Pelupuh, Drangong, Serang, mengangkat tema “Integrasi Aqidah dan Ukhuwah, Modal kaderisasi dan Kemandirian Da’wah”.

Dijelaskan oleh Ketua Dewan Da’wah Provinsi Banten periode 2016-2020, Dr. H.M. Syamsuddin, M.Pd, “Pengurus mengangkat tema ini sesuai dengan semangat dan kenyataan prestasi yang ada di lapangana, yaitu terlaksananya langkah dan gerakan dakwah ayang didukung oleh du’at, aktivis dan kader-kader yang berkualitas. Kami ingin mewujudkan kemandirian organisasi dan meluaskan ukhuwah.” Sebab itu, Dewan Da’wah Provinsi Banten juga memberdayakan lima orang alumni STID Mohammad Natsir. Dua orang difungsikan sebagai petugas Laznas dan tiga orang difungsikan sebagai Musyrif/Musyrifah yang membimbing mahasiswa Akademi Da’wah Indonesia (ADI).

Saat ini Dewan Da’wah Provinsi Banten tengah menyelesaikan pembangunan kantor Dewan Da’wah dan gedung Pesantren Mahasiswa ADI yang direncanakan berupa gedung berlantai tiga. Sesuai dengan namanya, gedung ini difungsikan sebagai kampus dan asrama (akhwat) mahasiswi ADI. Satu lantai saat ini telah selesai dan telah ditempati oleh 21 Mahasiswi ADI dan dua musyrifahnya. Pembangunan lantai dua dan tiga direncanakan selesai tahun depan. Sedangkan 16 mahasiswa ADI, ditempatkan sekaligus berkampus di Al-Anshor, Cisiram, Anyer, yang telah memiliki masjid megah.

Wakil Ketua Umum Dewan Da’wah, Ust. Amlir Syaifa Yasin dalam sambutannya menjelaskan bahwa yang sedang menjadi perhatian Dewan Da’wah Pusat adalah propaganda kaum salibis yang banyak mengekspose kebohongan memurtadkan muslim dibanyak tempat. Selain itu adalah persoalan Ahmadiyah yang melakukan Judicial Review atas UU PNPS No. 1 Tahun 1965 tentang penodaan agama. Ust. Amlir mengingatkan kepada peserta Rakerwil tentang pentingnya memiliki perhatian pada bidang politik. “Ummat Islam tidak boleh buta politik. Dan berpihaklah pada pemimpin muslim yang besar perhatiannya pada Islam,” papar Ust. Amlir.

Rakerwil dihadiri oleh lebih kurang 60 peserta, tak terkecuali adalah Ketua Majelis Syura Dewan Da’wah Banten, KH. A. Wahid Sahari, MA, mantan anggota Kopasus sekaligus mantan Bupati Serang dua periode Ahmad Taufik Nuriman, dan salah satu tokoh masyarakat yang sekaligus Anggota Komisi 2 DPR RI, Yandri Susanto dari fraksi PAN. Sebagai dukungannya terhadap misi Dewan Da’wah Provinsi Banten, secara spontan Yandri Susanto menyumbangkan uang senilai 100 juta rupiah.

Humas Dewan Da’wah