Acara dimulai dengan sambutan dari Ustadz Syuhada. Dalam sambutannya ia mengucapkan terimakasih kepada para da’i yang telah bertugas. Ia meyakini bahwa setelah satu tahun bertugas para da’i pasti sudah mendapatkan  tambahan pengalaman dari kegiatan da’wahnya selama setahun di pedalaman.

Beliau kemudian mengingatkan para da’i agar tidak cepat puas dalam berda’wah. Apalagi menurut beliau kini banyak para da’i yang sudah mengatakan bahwa tantangan da’wah semakin berat. Perkataan ini ujarnya sangat berbahaya, sebab da’i akan cepat berpuas diri dengan apa yang sudah dilakukannya. Da’i seperti itu biasanya akan bilang “Bisa melakukan da’wah seperti ini saja sudah bagus, karena tantangan semakin berat”.

“Padahal bukan tantangannya yang semakin berat tapi semangat da’wah kita yang menurun,” tegasnya. Apalagi, ia melanjutkan, Allah tidak akan pernah memberikan beban di luar kemampuan seseorang. Dan Allah sudah menjanjikan jika kita menolong agamanya maka pasti Allah akan menolong kita.

Ustadz Syuhada kemudian mengajak para da’i untuk menulis dan merenungkan pengalaman da’wah selama setahun ini, “Coba fahami apa makna dibalik semua pengalaman itu,” pungkasnya.

Sementara Ustadz Syariful mengingatkan bahwa tugas da’wah yang baru saja usai dilakukan bukanlah yang pertama dan terakhir, tapi harus terus diikuti oleh kegiatan da’wah selanjutnya. Ia mengatakan bahwa Pak Natsir pernah berkata, “Jangan pernah berhenti mendayung,” maksudnya tentu mendayung dalam gerakan da’wah.

Para da’i ini adalah mereka yang baru pulang dari tugas da’wah di pulau-pulau pedalaman di Kepulauan Riau. (Assiroji)