Dalam tausyiahnya Ustadz Syuhada mengingatkan bahwa masalah pendidikan merupakan masalah yang sangat penting untuk diperhatikan, terutama dalam rangka menjaga generasi muda dari dekadensi akhlaq. Karena itu menurut Ustadz Syuhada masalah pendidikan harus menjadi tanggungjawab bersama; orangtua, guru dan lingkungan. Apalagi menurutnya, sebentar lagi akan terjadi globalisasi pendidikan, dimana orang asing akan dengan leluasa membuka lembaga pendidikan di Indonesia. Tentu saja jika orang-orang asing itu mendirikan sekolah di Indonesia pasti sekolah yang didirikan memiliki kualitas baik, namun hanya akan memikirkan masalah keilmuan saja, tidak memikirkan masalah akhlaq. Karena itu pendidikan model pesantren harus dipertahankan dan terus ditingkatkan.

 

Secara khusus Ustadz Syuhada mengucapkan selamat kepada para santri Muallimin (setingkat SMA) Pesantren Persis No. 96 Lempong, Garut, yang telah berhasil menyelesaikan pendidikannya dan lulus UN seratus persen. Beliau menasihati mereka agar tetap memegang teguh nilai-nilai yang telah dipelajari selama di pesantren dan tidak pernah melupakannya, sekali pun sudah melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi kelak.

 

Selain itu  Ustadz Syuhada juga mengajak kepada para santri lulusan pesantren untuk sama-sama berda’wah di pedalaman dan pebatasan. Beliau mengundang mereka untuk melanjutkan perkuliahan di Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah Mohammad Natsir dan nantinya akan ditugaskan berda’wah di pedalaman dan perbatasan. (dwi)