Banten, (25/12/2014), Bertempat di Pendopo Gubernur Banten, Dewan Da’wah Prov. Banten menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada kamis, 25/12. Rakerwil yang bertema “Peluang dan Tantangan Da’wah di Banten” ini dibuka oleh Ketua Umum Dewan Da’wah Pusat, Ustadz Syuhada Bahri, dan diikuti oleh pengurus Dewan Da’wah Kabupaten dan Kota seluruh Banten.

Dalam sambutannya, Ustadz Syuhada mengingatkan pentingnya gerakan da’wah untuk menyelamatkan manusia dr kehancuran. Gerakan da’wah itu, kata beliau, harus difokuskan kepada penjagaan dan penumbuhkembangan iman. Sebab iman adalah sesuatu yg ditanamkan Allah dlm hati manusia untuk membawa manusia itu kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.

Hal ini harus menjadi fokus gerakan da’wah krn kini mayoritas kaum muslimin mengalami penurunan iman. Penurunan iman itu secara umum disebabkan krn hubbudunya (cinta dunia) dan perbuatan dosa.

Kondisi ini, terang beliau, muncul bukan tiba-tiba, tapi sengaja dimunculkan oleh orang-orang yg anti terhadap Islam. Gerakan anti Islam itu memiliki tujuan akhir memurtadkan umat Islam. Namun ketika tujuan akhir itu mereka lihat sulit dicapai, maka mereka kemudian merubah tujuannya menjadi menjauhkan umat Islam dr agamanya, memunculkan pemahaman Islam yg keliru dan akhirnya menghasilkan orang Islam yg justru membenci ajaran Islam. Dan sepertinya ujar beliau, tujuan itu kini sudah berhasil.

Keberhasilan gerakan anti Islam itu juga tdk lepas dari kegagalan gerakan da’wah. Sebab ketika gerakan anti Islam berhasil maka itu artinya gerakan da’wah gagal. 

Karenanya diperlukan evaluasi terhadap gerakan da’wah hari ini. Yg paling utama harus kita evaluasi adalah niat da’wah kita. Niat da’wah harus selalu lillah (karena Allah).

Apa yg disampaikan Ustadz Syuhada disambut baik oleh Ketua Dewan Da’wah Banten, Dr. Samsuddin. Karenanya ia berharap Rakerwil yg digelar dapat menjadi wahana evaluasi bagi gerakan da’wah di Banten ke depan. Ia menekankan bahwa yg utama harus diusahakan adalah merekat kebersamaan gerakan da’wah yang ada di Banten, “Sebab tantangan da’wah hari ini tdk mungkin dihadapi sendiri-sendiri”, pungkasnya. (Abu Dzakir)