Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia kembali kehilangan salah satu tokohnya. Ustadz Anwar Saleh, Ketua Badan Waqaf Dewan Da’wah wafat pada hari Rabu, 18 Maret 2015 di RSPAD Gatot Subroto Jakarta Pusat.

Sosok KH. Anwar Saleh kini telah meninggalkan umatnya. Ia wafat di usia yang hampir menginjak 80 tahun pada Agustus nanti. Ia meninggal karena menderita penyakit anemia sejak tiga bulan belakangan. Selama itu pula, hemoglobin-nya selalu berkurang.

Semasa hidupnya, Almarhum merupakan Ketua Umum pertama Pemuda PUI, anggota DPR RI dari Partai Bulan Bintang dan juga Ketua Umum pertama GPI.

Atas dedikasinya banyak tokoh yang kehilangan. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang juga Ketua Majelis Syuro PUI sangat kehilangan.

“Beliau adalah guru bangsa dan umat, kami mewakili seluruh jamaah PUI dan secara khusus masyarakat Jawa Barat sangat kehilangan. Almarhum tokoh nasional dari Jawa Barat. Semoga Allah menempatkannya di tempat terbaik.”, Ujar Aher

Lamanya mengabdi di PUI, duka mendalam dirasakan juga keluarga besar PUI. “Almarhum panutan kami dalam pengabdian untuk umat. Kontribusinya bagi PUI dan ummat sangat banyak. Pemikiran serta dedikasinya sangat mengakar dan berdampak besar bagi kemajuan organisasi,” ungkap Nazar Haris Ketua Umum DPP PUI

Di Dewan Da’wah, Sosok Anwar Saleh terakhir mendapat amanah sebagai Ketua Badan Waqaf, yaitu lembaga di Dewan Da’wah yang menangani harta waqaf yang diamanahkan kepada Dewan Da’wah agar dapat bermanfaat untuk kepentingan da’wah bagi ummat. Sebelumnya beliau juga pernah menjadi anggota Pembina Dewan Da’wah.

Aktivis pergerakan Islam ini kelahiran Bandung, 14 Agustus 1936 ini dikaruniai enam anak. Beliau lahir sebagai aktivis Islam paling lantang dalam menyuarakan keberpihakan kepada bangsa dan ummat Islam.

Selain dalam dunia politik,  almarhum juga aktif untuk melahirkan kader-kader da’wah terutama lewat Pondok Pesantren yang didirikan adiknya, KH. Syarif Mahmud, yakni Arrafah sejak 1984 silam.

Anwar Saleh merupakan ketua dewan pembina di ponpes tersebut. Semasa hidup, sekali dalam sepekan ia selalu datang mengunjungi pesantren yang berlokasi di Kampung Bojong, Desa Mukapayung, Cililin, Bandung Barat.

“Dulu seminggu sekali beliau suka datang ke sini (Ponpes Arrafah),” kata Biro Humas Pengurus Yayasan Ponpes Arrafah Mukapayung, Nuri Sari, Kamis (19/3) di Ponpes Arrafah, Cililin

Ketika datang berkunjung, Nuri menceritakan, sosok Anwar selalu memberikan ceramah kuliah tujuh menit (kultum) usai shalat subuh berjamaah. “Beliau selalu menekankan untuk selalu datang ke masjid, untuk menghidupkan masjid dengan banyak kegiatan,” lanjut Nuri, yang juga anak dari Syarif Mahmud, pendiri Ponpes Arrafah.

Setelah mengetahui Anwar Saleh telah meninggal, para santri di Ponpes Arrafah tadi pagi melakukan shalat ghaib. “Ini sekaligus menjadi pembelajaran bagi para santri untuk terus berdakwah,” kata Nuri.

Bagi Nuri, meninggalnya Anwar Saleh, tentu menjadi luka yang mendalam. Sebab, Ponpes Arrafah kehilangan sesepuh ataupun sosok orang tua, yang selalu memberikan perhatian kepada anak-anaknya.

Terlebih, tiga bulan sebelumnya, adik Anwar Saleh, yakni Syarif Mahmud yang juga sebagai sesepuh sekaligus pendiri, telah meninggal lebih dulu pada Desember tahun lalu. “Tapi kan dakwah mesti terus jalan. Cita-cita kami ya anak-anak kami ini, 200 santri,” tutur Nuri.

Anwar Saleh dikebumikan pada hari Kamis di TPU Malaka Pondok Kelapa Jakarta Timur pada Kamis 19 Maret 2015. (red/berbagai sumber)