Ahad (25/9) dini hari, Ahmad Agung baru saja terlelap di kursi posko. Tiba-tiba, ketua Posko LAZIS Dewan Dakwah di Jalan Gordah Desa Jayawaras, Kec Tarogong Kidul, Garut, ini tersentak. Segerombol orang membangunkannya dengan mengetok-ketok kaca jendela posko.

’Assalamu ‘alaikum, assalamu ‘alaikum…,’’ seru salah seorang dari mereka.

’Salaaam…uhhh,’’ sahut Agung sambil menggeliat bangun. Sembari mengucek-kucek matanya yang memerah, pria asal Garut ini membukakan pintu buat tamunya.

Ternyata yang datang Heru dan kawan-kawan guru SDIT Menara Kuwait Tambun, Jawa Barat. Selain beberapa juta uang donasi, mereka juga  menyampaikan bantuan logistik dan pakaian dari para murid serta guru sekolah yang didirikan Dewan Dakwah itu.

Walau jarang tidur, Agung merasa bahagia. ‘’Alhamdulillah, posko kita sejak awal sudah menjadi semacam konser kepedulian pada korban bencana Garut,’’ katanya.

Ia menuturkan, begitu tersiar kabar duka dari Garut akibat meluapnya aliran Sungai Cimanuk dan longsornya bukit di Sumedang, Selasa (20/9) malam, pada Rabu (21/9) pagi Tim Posko LAZIS Dewan Dakwah segera terbentuk. Posko merupakan kesatuan sinergi antara LAZIS Dewan Dakwah dengan Badan Eksekutif Mahasiswa STID (Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah) M Natsir, Rumah Sehat Dewan Dakwah, Dewan Dakwah Jawa Barat, Serikat Tani Islam Indonesia (STII) Jawa Barat, LAZ Al Hakim PT Sucofindo, dan BNI Syariah.

‘’Program posko kita fokus pada distribusi logistik berupa makanan siap santap, pakaian, dan dropping air minum, serta pendidikan anak. Sasaran distribusi logistik adalah titik pengungsi dan posko bantuan. Sedang pendidikan anak berupa trauma healing dan bantuan perlengkapan sekolah di beberapa sekolah terdampak bencana,’’ papar Agung.

Posko yang bertempat di Komplek Yayasan Al Husna itu dihidupkan oleh para relawan dari Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Jawa Barat, LSM Creavill Garut, komunitas mahasiswa psikologi Garut ‘’Ruang Mengabdi’’,  dan Tim LPDP Bandung Raya serta relawan Yayasan Al Husna yang terdiri pelajar dan kaum ibu sekitarnya.

Untuk menyegarkan badan, pada Sabtu (24/9) malam, para relawan mengikuti latihan pencak silat yang diasuh Teh Nur Hasanah.

Dari Semarang, Kepala Sekolah SMP Al Azhar 14 Ny Yani Mulyani juga mengirim bantuan berupa ratusan paket nasi bungkus setiap hari.

Ratusan donatur LAZIS Dewan Dakwah secara sembunyi-sembunyi maupun terbuka juga memberikan dukungan dana dan materi.

Di lapangan, pendistribusian bantuan dari posko LAZIS Dewan Dakwah diperlancar dengan bantuan relawan guru MI Al Komar Persis Garut, Satuan Kostrad TNI AD, dan Polres Garut.

‘’Dari kalangan artis, Charlie ‘Setia’ pernah turun bersama kita di pos pengungsi Cimacan. Sedang keluarga Reike Diah Pitaloka menitipkan donasi ke posko kita,’’ imbuh Agung.

Operasional posko juga berkoordinasi dengan posko gabungan Forum Zakat Wilayah (Fozwil) Jawa Barat. Sinergi ini bertujuan saling melengkapi, memperlancar, dan memeratakan distribusi bantuan.

Ketua Umum Dewan Dakwah, M Siddik, dan Direktur LAZIS Dewan Dakwah, Ade Salamun, menyampaikan terima kasih atas partisipasi semua pihak dalam penanggulangan dampak bencana di Garut dan Sumedang.

‘’Insya Allah, semua bentuk kepedulian baik doa, pikiran, tenaga, dana, maupun materi, menjadi pemberat timbangan amal bapak dan ibu sekalian,’’ tutur Ade Salamun saat membesuk posko LAZIS Dewan Dakwah, Sabtu (24/9).[nurbowo]