Dewan Dakwah  Provinsi Lampung berkumpul bersama da’i-da’i dari berbagai daerah yang ada di Provinsi Lampung pertemuan semacam ini rutin dilakukan satu bulan sekali. Mereka datang untuk mengambil sikap atas situasi sekarang; si petahana belum ditahan serta K.H Ma’ruf Amin yang mendapat perlakuan “tidak baik” dan aksi 112 yang akan datang. Acara dimulai pukul 20.30 s/d selesai.
Mengutip ucapan KH. Nadzir Hasan selaku ketua Dewan Dakwah Provinsi Lampung,”Musuh kita sebenarnya PKI dan Yahudi, bahwa yg paling ditakutkan orang di luar Islam lahirnya orang-orang mukmin. Kalau muslim hanya sebatas muslim solat, dzakat dan haji itu “aman”. Seorang ulama KH. Ma’ruf Amin diperlakukan seperti anak kecil dalam persidangan selama 7 jam bukan hanya sebagai saksi tapi diintrogasi juga, oleh karena itu seluruh dai dewan dakwah yang berjumlah kurang lebih 70 orang yang berasal dari seluruh kota dan kabupaten selampung harus kembali mengawal secara ketat, jangan sampai faham komunisme kembali bangkit karena sangat bertentangan dengan pancasila dan ulama adalah garda terdepan yang akan menghalau kebangkitan PKI.”

Dilanjutkan dengan taujih atau nasehat oleh KH. Mukhlis Solihin selaku wakil ketua Dewan Dakwah Provinsi Lampung menurut beliau  “Dalam menyikapi situasi bangsa kita yang sekarang:
Pertama, jangan sampai salah niat, luruskan niat bukan hanya untuk cari popularitas semata, tapi karena Allah. Ibadah-ibadah kita dilakukan dengan ikhlas maka menjadi ladang pahala bagi kita semua.

Kedua jangan salah langkah, karena kita sebagai muslim terikat akan syariat Islam. Jangan mudah terpancing dengan berita-berita yang belum jelas. Bersatulah umat Islam jangan mudah tercerai-berai, berpegang-teguhlah pada Allah SWT. Jangan salah memposisikan diri, terus berada di barisan orang-orang yang beribadah. ApabilPerna kita menunjukan posisi kita di hadapan Allah SWT untuk terus bersatu melawan Yahudi, solusi pertama bertaqwa kepada Allah, sadar dengan kondisi sekarang, dirikan solat subuh sudah banyak gerakan untuk shalat subuh berjamaah di masjid dari berbagai macam daerah di Indonesia.

Ketiga ingat bahwa kita semua sesama muslim bersaudara dan terakhir sebaik-baik bekal adalah bertaqwa kepada Allah SWT.”

Rep : BP |  Ed : Muttaqin