Komjen Syafruddin yang belum sebulan ini diangkat menjadi Wakapolri mengaku senang dapat bersilaturrahim ke Dewan Da’wah. Kunjungan tersebut diterima baik oleh Ketum Dewan Da’wah, Drs. Mohammad Siddik, MA. bersama jajaran staf DDII di Gedung Menara Da’wah, Kramat Raya 45, Jakarta pada hari ini (21/9/2016).

Dalam sambutannya Siddik memperkenalkan beberapa stafnya yang hadir saat itu, kemudian menceritakan sejarah berdirinya Dewan Da’wah dengan sang pendiri, yaitu Almarhum Pak Natsir.

Katanya, Dewan Da’wah tak bisa dilepas dengan kedaulatan NKRI, karena sebagai pendiri Dewan Da’wah, Pak Natsir lah sang tokoh yang mengeluarkan Mosi Integral yang isinya tentang kesatuan Republik Indonesia.

Pertemuan itu berlangsung singkat sehingga mendekati waktu sholat. Usai ibadah Jumat, Komjen Syafruddin dipersilahkan untuk menyapa dan memberikan pesan kepada segenap jamaah Masjid Al Furqon Dewan Da’wah.

foto bersama wakapolri & jajaran

foto bersama wakapolri & jajaran

Menurutnya, Indonesia memiliki berbagai perbedaan namun dapat bersatu. Perbedaan ras, suku dan lain-lain hal itu termasuk kekayaan Indonesia belum lagi ditambah dengan kekayaan sumber daya alamnya.

Katanya, Indonesia adalah salah satu negara teraman di dunia, kemudian di sisi lain Indonesia unggul dengan kesantunannya, bahkan memperlakukan narapidana pun lewat cara yang santun.

Komjen Syafryddin berpesan agar kesatuan dan persatuan bangsa dapat tetap terjaga.[tamam]