Kembali terjadi ledakan bom mobil di Turki yang menewaskan 7 jiwa di antaranya empat petugas keamanan dan dua warga sipil, termasuk anak-anak ditambah korban luka-luka 20 orang. Tragedi tersebut terjadi di siang hari, Senin kemarin (15/8/2016) di jalan antara Diyarbakir dan distrik Bismil, sekitar 50 kilometer sebelah timur.

Bom mobil menargetkan kantor polisi yang berada di arah Timur. Kemudian meledak di jalan raya dekat pos polisi yang berlokasi tak jauh dari Kota Diyarbakir. Seiusai kejadian sejumlah ambulan segera dikirim menuju tempat kejadian, seperti dilansir Kantor Berita Dogan.

pejabat lokal telah memperkirakan, kejadian tersebut didalangi atas aksi Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Diketahui bahwa partai tersebut berselisih dengan Pemerintah Turki sejak awal 1980.

Sedangkan di mata beberapa negara besar, PKK merupakan organisasi yang masuk dalam daftar hitam teroris oleh beberapa pemerintah seperti Turki, Uni Eropa dan Amerika Serikat. Dan wilayah Tenggara Turki adalah medan sengit pertempuran antara PKK dan pemerintah Turki.

Berdasarkan pantauan dewandakwahnews, sebelumnya, Turki menderita serangan bom yang meledak di beberapa tempat sejak januari lalu. Seperti di Alun-alun Sultan ahmet, Istanbul, sepuluh orang tewas dan 15 orang luka-luka (12/1), bom mobil bunuh diri meledak menghantam markas Kepolisian Provinsi Diyarbakir (14/1), sedikitnya enam orang tewas, lebih dari 20 orang terluka

Februari, di Merasim Sokak, Ankara pada Rabu (17/2) yang menewaskan 28 orang dan 61 luka-luka.

Maret, di jalan Istiklal, Istanbul 5 orang warga sipil tewas terjadi pada Sabtu (19/3) dan disusul ledakan selanjutnya, Ahad (13/3) di Kizilay Ankara yang menghilangkan 37 nyawa dan 71 orang terluka.

Ed: Tamam | dari berbagai sumber