Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Drs. H. Abdurrahman, M. Ag dalam sambutannya menyatakan menyambut baik adanya MoU tersebut, dimana tujuan dari penanda tanganan kerjasama ini adalah mensyiarkan dakwah sampai dengan tingkat Desa/Kelurahan, untuk menghindari kesalahpahaman masyarakat dalam memahami ajaran agama dan agar umat Islam memberi kontribusi positif terhadap pembangunan.

 

Menurut Kakanwil, Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Provinsi Lampung dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung memiliki kesamaan pandangan bahwa dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia yang handal, professional dan memiliki akhlaqul karimah.

 

“Oleh karena itulah diperlukan sinkronisasi antara Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Provinsi Lampung dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung agar tujuan tersebut di atas dapat tercapai”, tandasnya, seperti dikutip dari website Kanwil Kementerian agama Provinsi Lampung.

 

H. Abdurrahman, menambahkan bahwa MoU ini sebagai payung hukum yang harus dilaksanakan oleh pihak Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung dengan Dewan Da’wah Provinsi Lampung sampai dengan tingkat Desa/kelurahan, sehingga harapan kedua lembaga tersebut yaitu satu desa satu juru dakwah dapat terealisir.

 

Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia  Provinsi Lampung KH. M. Nazir Hasan, dalam sambutannya menyatakan bahwa dalam melak-sanakan dakwah di Provinsi Lampung, pihaknya mengalami banyak hambatan baik dari sumber daya manusia dan dana, oleh karena itulah dengan adanya MoU dengan Kanwil Kemenag Lampung ini dapat mewujudkan satu desa satu da’i yang nantinya jurus dakwah ini sebagai garda terdepan dalam menyampaikan nilai-nilai Islam kepada masyarakat secara benar.

 

Dewan Da’wah Lampung, ujar M. Nazir Hasan, didirikan dengan tujuan untuk membentuk masyarakat muslim lampung yang beriman dan bertaqwa, memiliki salah datu program yang sudah berjalan yaitu satu desa satu dai, program ini bertujuan untuk pembinaan keislaman disuatu desa dengan didatangkan seorang dai yang sudah dibina dan mendapatkan pembekalan setiap bulannya oleh Dewan Da’wah Lampung.

 

Dalam penutup tausiahnya beliau menyatakan bahwa apabila meng-inginkan menjadi manusia terbaik yang diinginkan oleh Allah maka harus melakukan dakwah baik dengan lisan (bil lisan) dengan perbuatan (bil hal) maupun dengan hati (bil qalbi), kemudian beramal shalihah dan menyatakan diri sebagai serang muslim yang memiliki integretas dan berakhlaq baik. (Rosidin/Saryono/dd lampung)