“Karena ini agenda besar, seluruh pengurus Lazis Dewan Dakwah Pusat dan daerah turut hadir. Ada 16 pengurus Lazis Dewan Dakwah perwakilan dari 16 provinsi, seperti Kepulauan Riau, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Barat,” kata Ade memaparkan kepada Republika, Jumat (4/12) lalu.

Rakernas dibuka oleh Ketua Umum DDII Ustaz Mohammad Siddik. Ustaz Siddik didampingi Wakil Ketua Umum Amlir Syaifa Yasin dan Mohammad Noer. Turut hadir dalam acara, yakni Sekretaris Jenderal Avid Solihin dan Bendahara Umum DDII Edy Setiawan. Hadir juga Pengawas Dewan Dakwah Bachtiar Bakar dan Syaifuddin Bahrum.

Sebagai pembicara, panitia menghadirkan Direktur Pemberdayaan Zakat Kementerian Agama Jaja Jaelani dan akuntan syariah Dadang Romansyah. Ketua Umum Dewan Dakwah menyerahkan laporan hasil audit keuangan Lazis Dewan Dakwah 2015 yang disusun oleh akuntan publik.

Direktur Pemberdayaan Zakat Kemenag RI mengapresiasi langkah Lazis Dewan Dakwah. “Saya senang sekali memenuhi undangan ini. Ini merupakan forum sosialisasi pertama tentang keputusan menteri agama mengenai pengelolaan zakat,” kata Jaja Jaelani.

Jaja juga mengapresiasi laporan keuangan yang disampaikan Lazis Dewan Dakwah. Menurutnya, laporan tersebut merupakan bentuk kepatuhan terhadap undang-undang sekaligus menunjukkan profesionalitas lembaga.

Menurut Jaja, jika Dewan Dakwah sebagai lembaga senior bisa terus eksis secara nasional maka akan mudah melengkapi persyaratan Lazis Dewan Dakwah untuk memperoleh rekomendasi dari Badan Amil Zakat Nasional, dan selanjutnya izin dari Kemenag.