Laznas Dewan Dakwah gelar Workshop Khutbah Bersilabus

Jakarta-dewandakwah.or.id, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia melalui LAZNAS-nya menggelar Workshop Pembuatan Khutbah & Kajian Bersilabus yang diikuti oleh berbagai DKM Masjid se-Jabodatabek dan sekitarnya.

Kegiatan itu bertempat di Aula Lantai 2 Masjid Al-Furqon Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia. Sebanyak 57 peserta dari perwakilan DKM mengikuti kegiatan dengan hikmat dan penuh antusias. Beberapa diantaranya yaitu dari Masjid An-Nur Kementrian Dalam Negeri, Masjid As-Syifa RS Pertamina Jaya  dan Masjid Al-Bahri Kementrian Kelautan & Perikanan Republik Indonesia (RI).

Workshop ini dibimbing langsung oleh Ustadz Drs. Syamsul Bahri, M.H selaku Sekretaris Majelis fatwa dan Pusat Kajian Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia.

Kegiatan ini berjalan lancar dimulai pagi hari pukul 09.30 WIB sampai dengan sore hari waktu ashar. Workshop ini dibuat sebagai salah satu pelayanan program dakwah Laznas Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia dalam optimalisasi potensi dakwah dan gerakan keagamaan di Masjid-Masjid sebagai pusat pendidikan keagaman dan pembinaan akhlak.

Salah satu peserta dari DKM An-Nur Kementrian Dalam Negeri menyampaikan apresiasinya pada workshop tersebut.

“Masih banyak Masjid yang membutuhkan pelatihan seperti ini, untuk menyusun konten dan penyesuaian khutbah yang bersilabus dengan kondisi jamaah masjid tersebut,” kata pak Nguzer.

Peserta juga diajak berdiskusi agenda focus group discusion (FDG) dan dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan tema yang dibahas, di antaranya yaitu 1) bagaimana membuat khutbah yang menarik, 2) bagaimana mendongkrak potensi sedekah, dan 3) tentang peningkatan program ramadhan.

“Workshop ini adalah gimik untuk menghimpun dan bermitra dengan para DKM masjid,”jelas DDII.

Pada akhir sesi terdapat beberapa masjid yang menyatakan kesiapanya untuk bermitra. Sebanyak 12 masjid berkomitmen untuk program Kencleng S2 (sehari dua ribu), 3 masjid siap bermitra di MPZ (Mitra Pelayanan Zakat), Program roadshow kemanusiaan sebanyak 7 Masjid, dan Program Dakwah pedalaman 3 masjid.

“Sampai peserta pulang masih banyak DKM yang ingin berkonsultasi dan sharing tentang program dakwah pedalaman, alhamdulillah dakwah pedalaman menjadi trend yang banyak diminati,”ujar DDII.

Hanya saja para pengurus DKM belum memutuskan untuk langsung berkomitmen, karena ingin berkdiskusi lebih dalam lagi dengan Dewan Dakwah Islamiliyah Indonesia terkait dakwah pedalaman.

Sehingga dari workshop ini Laznas Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia bermitra dengan total 48 masjid, belum dihitung dengan masjid yang mengajukan permintaan untuk berdiskusi lebih lanjut tentang dakwah pedalaman.