Mantan Menkeu RI: Pengelolaan Utang Negara tidak Jelas

Dewan Da’wah News, Jakarta. Mantan Menteri Keuangan RI, Dr. Fuad Bawasier menilai tata kelola utang zaman Jokowi tidak jelas dan kurang terperinci sehingga dampak dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi secara nasional tidak tepat guna.

“Utang ini tidak jelas ini untuk apa. Berapa bayar bunga, untuk subsidi berapa untuk macam-macam tidak terperinci,” ujar Fuad dalam diskusi Rabu Biru ‘Kemelut Hutang di Negeri Gemah Ripah Loh Jinawi’ di media center pasangan Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Rabu (30/1/2019).

Pernyataan tersebut didasari dari riset resmi Kementerian Keuangan RI yang menyebut nilai utang Pemerintah Indonesia per Desember 2018 mencapai Rp 4.418 triliun, naik 10,5% bila dibandingkan dengan tahun 2017 sebesar Rp 3.995 triliun.

Mantan Menteri Keuangan Indonesia pada Kabinet Pembangunan VII ini memandang, pengelolaan dana dari hasil utang pemerintahan saat ini beda jauh dengan pemerintahan sebelumnya. Pada pemerintahan sebelum Jokowi, uang dari hasil utang dikelola secara terperinci. Sehingga, peningkatan utang tak naik sebesar saat ini.

Fuad yang saat ini bergabung dalam barisan tim ahli ekonomi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ini kemudian mengusulkan adanya reformasi APBN, sehingga bisa mengatasi defisit neraca perdagangan. “Kalau itu direformasi itu tidak akan defisit APBN. Kan sama saja tidak ada utang baru,” pungkasnya.