Apakah GAFATAR itu? Kenapa dianggap sesat? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya akan tersbesit jika nama Ahmad Musaddeq disebut sebagai “guru” di organisasi ini. Organisasi ini mengklaim bergerak di bidang sosial dan budaya, berdiri pada Sabtu 21 Januari 2012 di gedung JIEXPO Kemayoran, Jakarta.

Ahmad Musaddeq/Moshaddeq/Musadek alias Abdussalam adalah pendiri Al Qiyadah Al Islamiyah atau KOMAR (Komunitas Millah Abraham) yang sekarang menjadi GAFATAR.

Di antara ajarannya adalah mencampuradukkan ajaran Al-Quran, Bible, dan Taurat, dia mengaku mendapat wahyu tuhan, menyatakan diri sebagai nabi dan mengaku rasul pengganti Nabi Muhammad SAW, tidak mewajibkan shalat, puasa, zakat, syahadat baru (Asyhadu alla ilaha illla Allah wa asyhadu anna Masih al Mau’ud Rasul Allah).

Dalam dasar pemikiran GAFATAR dituliskan bahwa bangsa Indonesia disebut belum merdeka seutuhnya dari sistem penjajahan neokolonialis dan neoimperialis. Dari sini sudah jelas bahwa dalam visi, misi, tujuan dan program kerja organisasi kemasyarakatan ini sama sekali tak menyebutkan nama satu agama.

Ketua Umum Gafatar, Mahful M. Manurung dalam pidato pembukaan Rakernas III di Gedung Balai Sudirman, Kamis (26/2/2015) menyatakan organisasi ini tak akan berevolusi menjadi organisasi keagamaan. “Masalah keagamaan bukanlah menjadi ranah kerja GAFATAR. Urusan agama kita serahkan kepada ahlinya dan pribadi masing-masing,” tegasnya.

Seiring perjalanan waktu, gerakan ini mulai dihindari oleh masyarakat karena dianggap organisasi sesat yang diantara ajarannya adalah mencampuradukkan agama sebagai landasan gerakan.

Kemudian pada 20 November 2012 Direktorat Jenderal Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri Nomor 220/3657/D/III/2012 melarang pendirian Gafatar. Namun hingga April 2015, organisasi ini masih melaksanakan berbagai kegiatan.

 

Sumber:

https://beritagar.id/artikel/berita/fakta-seputar-gafatar-gerakan-fajar-nusantara

http://news.metrotvnews.com/read/2016/01/11/469278/mengenal-gafatar-organisasi-yang-dilarang-pemerintah

https://www.islampos.com/245765-245765/

Makalah “Awas Bahaya Al Qiyadah AL Islamiyah / KOMAR (Komunitas Millah Abraham) / GAFATAR (Gerakan Fajar Nusantara)” ditulis Oleh M. Amin Djamaluddin.