Education

Education

Seorang anak ibarat adonan yang siap dibentuk sesuka orang yang memegangnya, atau ibarat kertas putih bersih yang siap untuk dituliskan apapun diatasnya. jika kedua orangtua membiasakannya pada kebaikan maka dia akan tumbuh menjadi anak yang baik. Namun, sebaliknya jika keduanya membiasakan pada keburukan maka dapat dipastikan dia akan tumbuh menjadi buruk pula. Rasulullah SAW bersabda:

 ما من مولود إلا يولد على الفطرة فأبواه يهودانه أو ينصرانه أو يمجسانه

Tidak ada satu bayi pun kecuali terlahir dalam keadaan fitrah (siap menerima Islam) namun kedua orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi atau Nasrani atau Majusi (HR. Al Bukhori dan Muslim).

Pendidikan terhadap anak merupakan bagian terpenting dalam kehidupan berumah tangga. Sebab Salah satu tujuan utama pernikahan adalah lahirnya keturunan yang nantinya akan menjadi generasi penerus.

Dalam pandangan kebanyakan orang tua di masyarakat kita, pendidikan yang lahir dengan baik adalah dengan menyekolahkan anak di sekolah favorit. Dengan demikian anak tersebut akan dapat berprestasi hingga nantinya memiliki masa depan yang sukses dan mapan. Tidak peduli apakah sekolah tersebut mengajarkan nilai-nilai Islam atau tidak.

Ukuran kesuksesan dalam pandangan mereka adalah ketika seseorang sukses secara materi atau sukses meraih kedudukan tinggi. mereka tidak peduli apakah anak-anak mereka mengerti dan mematuhi tuntunan agamanya, ataukah malah jauh dari situ semua dan tidak mempedulikannya. Apakah mereka lupa, ataukah berpura-pura tidak mengerti alasan keberadaan mereka di dunia ini? Apakah mereka menyangka akan hidup selamanya di dunia? Atau mereka mengira bahwa setelah kematian semuanya selesai begitu saja?

Apalah arti sukses dalam kehidupan dunia yang singkat ini, jika ditempuh dengan cara yang berakibat pada kesengsaraan tiada akhir di akhirat. Kesuksesan hakiki adalah ketika seseorang pertama kali menapakkan kakinya di surga renungkanlah firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikut ini;

…فمن زحزح عن النار وأدخل الجنه فقد فاز وما الحياة الدنيا إلا متاع الغرور

“…Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali ‘Imran: 185)

Sehingga jika demikian orang tua yang tidak hanya bertanggungjawab memenuhi kebutuhan badan si anak namun juga perlu meemnuhi kebutuhan jiwa dan otak akan menjadi bumerang di akhirat kelak karena dia tidak dibimbing oleh orang tuanya untuk mempelajari agamanya, fitrahnya.

Sumber tulisan: Anakku Sudah Tepatkah Pendidikannya? // Musthafa Al-‘Adawi // Pustaka Ibnu Kautsar // 2009

Sumber gambar: www.academiclearninglabs.com