Pejabat, karyawan, PNS atau profesi serupa lainnya sangat berkaitan dengan kontrak kerja beserta “ongkos” atas tugas-tugasnya selama kontrak berlangsung. Pekerjaan-pekerjaan tersebut banyak dikelilingi gulungan “proyek” yang terkadang dapat menggoyahkan keimanaan

Amanah pekerjaan meliputi amanah harta amanah ilmiah amanah dalam melaksanakan tugas sesuai job description dan amanah dalam dokumen.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sangat peduli terhadap penunjukan para pekerja dan pegawai yang benar-benar amanah dalam menjalankan tugas mereka Beliau berkata kepada penduduk Najran. “Aku akan mengutus kepada kalian orang terpercaya yang benar-benar amanah.” ternyata Rasulullah mengutus Abu Ubaidah Bin al-Jarrah.

Alquran juga menjelaskan salah satu Kriteria seorang pejabat publik yang dapat melaksanakan tugas dengan baik bagi kepentingan umum selain kemampuan adalah amanah Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengingatkan dalam al-Quran.

Sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja pada kita ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.” (Al Qashash: 26).

Amanah Keahlian atau Kemahiran (Itqan)

Itqan (keahlian, kemahiran) adalah kinerja yang baik dan benar sesuai ketentuan yang berlaku dan sesuai ketentuan syariat. Islam sangat menekankan pentingnya penguasaan suatu bidang sehingga Itqan merupakan salah satu bagian yang tak terpisahkan dari akhlak profesi. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

Allah menyukai Apabila salah seorang dari kalian mengerjakan tugas dengan sempurna” (HR. Baihaqi).

Disiplin Waktu

Pertama, mematuhi ketentuan waktu kehadiran dan kepulangan ketentuan jam kerja yang telah disepakati antara pegawai dengan institusi. Tidak diperkenankan datang terlambat atau pulang lebih cepat kecuali atas seizin atasan untuk suatu keperluan yang mendesak. Seorang muslim harus mentaati syarat-syarat pekerjaan yang telah disepakati.

Kedua, mempergunakan waktu kerja sepenuhnya untuk melaksanakan tugas pekerjaan.

Ketiga, memenuhi waktu rapat atau pertemuan tertentu dan pertemuan-pertemuan lainnya yang telah diatur oleh institusi.

Menjaga Reputasi dan Rahasia Pekerjaan

Menjaga rahasia merupakan fadhilah kebajikan sehingga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam mengingatkan agar sebisa mungkin untuk menjaga rahasia. Beliau bersabda, “Kalian harus mengupayakan untuk menjaga rahasia saat melaksanakan tujuan karena setiap nikmat menimbulkan kedengkian.” (HR. Ath Thabrani).

Tidak Memanfaatkan Jabatan untuk Kepentingan Pribadi

Dalam konteks ini ada dua tipe pejabat. Pertama, tipe pejabat yang suka memanfaatkan jabatannya untuk tujuan-tujuan pribadi. Kedua, pejabat yang suka mengorbankan tujuan-tujuan pribadi yang tadinya didapat sebelum menjadi pejabat untuk kepentingan jabatan dan tugas yang diamanahkan agar tidak tumpang tindih antara satu dengan yang lainnya.

Amanah Harta

Setiap orang yang mengambil harta orang lain seharusnya bertanya pada diri sendiri, apakah pemilik suatu perusahaan mendapatkan harta tersebut dengan mudah? pasti jawabannya adalah sebagian besar didapatkan setelah melalui perjuangan dan usaha yang berat.

Bagi pejabat dan PNS harus bertanya pada dirinya, apakah negara mendapatkan harta kekayaan dengan mudah atau lewat usaha keras warga warga lainnya sesuai dengan profesi masing-masing, maka Mengapa saya harus mendapatkannya dengan mudah (secara ilegal) sementara harta itu didapatkan atas usaha keras warga warga yang lain?

Harta negara yang diamanahkan kepada seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya, baik dalam kapasitas sebagai direktur, akuntan ataupun tugas lainnya merupakan titipan di tangan mereka yang harus dipelihara. Tidak boleh dimanfaatkan kecuali untuk kepentingan tugas, baik tugas tersebut dibebankan oleh pemerintah maupun tugas yang dibebankan oleh seorang pemilik perusahaan apabila bekerja di sektor swasta.[kamil]

sumber tulisan: Menjadi PNS Sukses // Dr. Musthafa Luthfi, MA // Wacana Ilmiah Press // 2010

sumber gambar: merdeka.com