Untuk mewujudkan harapan tersebut, sebagai langkah awal, ditahun ini Dewan Da’wah akan mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Rakernas dijadwalkan berlangsung dari tanggal 18 sampai 20 Maret 2014, bertempat di Wisma Kemendiknas di Kawasan Puncak Bogor. Acara Rakernas ini mengambil tema : ”Memantapkan landasan organisasi dalam rangka estafeta gerakan da’wah Dewan Da’wah”.

 

Dalam Silaturrahim Nasional (Silatnas) medio Oktober 2010 yang lalu, Dewan Da’wah telah menetapkan garis-garis besar kebijakan dan program kerja untuk periode kepengurusan 2010 sampai 2015 yang menjadi landasan bagi pengurus Dewan Da’wah dalam menjalankan roda organisasi Dewan Da’wah.

 

Sekretaris Umum Dewan Da’wah Ustadz Amlir Syaifa Yasin, kepada dewandakwah.com mengatakan bahwa hasil Silatnas itu menjadi acuan untuk membuat program kerja selama lima tahun yang dijabarkan dalam setiap tahun.

 

”Rakernas ini dilaksanakan sebagai penjabaran dari program-program yang dihasilkan dalam Silatnas dan disosialisasikan kepada Pengurus Dewan Da’wah yang ada di daerah-daerah.”, ujar Amlir.

 

Menurut Amlir, Seperti telah digariskan dalam Anggaran Dasar, tujuan dari organisasi Dewan Da’wah adalah “Mewujudkan tatanan masyarakat yang islami melalui peningkatan mutu da’wah”. Pencapaian tujuan itu dilakukan secara tematik sesuai dengan persoalan da’wah dan keumatan yang sedang dihadapi. Dan tema yang disusung oleh pengurus periode 2010-2015 adalah “Selamatkan Indonesia dengan Da’wah”.

 

“Selamatkan Indonesia dengan Da’wah” merupakan sebuah tuntutan tentang pentingnya da’wah dalam menyelesaikan persoalan umat. Karena itu, tema tersebut menjadi kesepakatan pengurus dan menjadikannya sebagai sebuah gerakan da’wah Dewan Da’wah, mulai dari pusat hingga daerah. Untuk mencapai keberhasilan gerakan tersebut diperlukan adanya 3 (tiga) syarat penting yang harus dimiliki oleh Dewan Da’wah (baik sebagai organisasi maupun sebagai gerakan da’wah). Ketiga syarat dimaksud adalah: a) Organisasi yang kuat, rapi  dan profesional; b) Langkah dan pengelolaan da’wah yang berkualitas dan ditunjang dengan SDM yang capable; dan c) kemandirian dana da’wah.

 

Dalam Rakernas nanti akan dibahas dan disosialisasikan program-program strategis Dewan Da’wah untuk tahun 2014. Program kerja Tahun 2014 pada dasarnya adalah program lanjutan dari program kerja tahun 2013, mengingat program kerja tahun 2013 masih banyak yang tidak/belum dapat dilaksanakan karena adanya satu dan lain hal.  Oleh karena itu, pada tahun 2014 ini kendala-kendala program yang dihadapi pada tahun 2013 dapat dilalui sehingga program-program tersebut dapat dijalankan sebagaimana yang diharapkan.

 

”Program strategis tersebut antara lain pembenahan organisasi dari tingkat pusat sampai daerah, pembenahan langkah-langkah da’wah serta menggali semua potensi dana dan asset Dewan Da’wah yang bernilai ekonomis sebagai modal untuk kemandirian da’wah”, karena tiga hal tersebut merupakan pondasi awal untuk menjadikan Dewan Da’wah sebagai organisasi yang mandiri dan profesional”, tutur ustadz Amlir.

 

”Semua unsur Dewan Da’wah baik di Pusat maupun di daerah hendaknya mampu menjalani dan mengoptimalkan tiga hal tersebut secara maksimal, agar cita-cita dan harapan agar Dewan Da’wah menjadi lembaga da’wah yang berkiprah secara profesional dapat terwujud”, Amlir menambahkan.

 

Sekum Dewan Da’wah ini juga berharap agar momentum Rakernas tersebut dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh semua elemen Dewan Da’wah agar dapat menghasilkan program-program yang mampu diterima ummat muslim.

 

“Dalam Rakernas nanti, diharapkan masukan dan pendapat yang positif dari Dewan Da’wah di daerah, agar dapat diketahui dan dirumuskan strategi dan program da’wah yang tepat sesuai karakteristik daerah masing-masing. Masukan ini penting agar program yang disusun dapat sesuai dan tepat untuk masing-masing daerah”, tambah sosok ustadz kelahiran Palembang ini.

 

Amlir juga menambahkan bahwa Rakernas ini dilaksanakan sebagai upaya Dewan Da’wah untuk lebih mensi-nergikan program kerja yang diusung di tahun 2014, sehingga masing-masing stakeholder di Dewan Da’wah memahami fungsi dan perannya, sehingga dapat terjadi sinkronisasi yang baik

 

Selain itu, Rakernas ini juga dapat menjadi ajang silaturrahim diantara aktifis da’wah Dewan Da’wah dari seluruh Indonesia, dan sebagai media untuk saling berbagi pengalaman, tantangan dan perjuangan da’wah di masing-masing daerah. (rusdi)