Mobil Kafilah Dakwah Dewan Da’wah Terbalik di Perjalanan

dewandakwah.or.id – Kondisi jalan, keterbatasan sarana dan prasarana transportasi, cegatan hewan buas… menjadi tantangan tersendiri menuju umat di pedalaman.

‘’Allah Akbar! Allah Akbar!…’’ pekik M Juli Nawawi dan para penumpang tatkala mobil itu terpeleset dan terbalik. Lima da’i muda bergegas keluar kendaraan dengan memecah kaca belakang, persis ketika api mulai melentik membakar bagian mesin mobil.

Juli Nawawi salah satu mahasiswa STID (Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah) M Natsir Dewan Dakwah Jakarta, peserta program Kafilah Dakwah (Kafda). Ia kebagian tugas di Kalimantan Tengah bersama empat rekannya yakni Rusdiyadi Masang, Irfan Hakim, Darman Laoli, dan Imam Muttaqin. Keberangkatan mereka ke lokasi diantar Ketua Dewan Da’wah Kab Kotawarigin Timur (Kotim), H Mujito.

‘’Ya, tadi (Kamis malam) mobil yang ditumpangi Kafilah Dakwah yang bertugas di Kalimantan Tengah, terguling dua kali hingga masuk ke rawa,’’ Juli melaporkan pada Jumat (3/5) siang. Nyaris seluruh alat komunikasi rombongannya terendam air, sehingga ia baru bisa dikontak setiba di Kotim.

Ketua Dewan Da’wah Kotim H Mujito, menuturkan, kondisi jalan yang mereka lintasi memang hancur dan berlumpur setelah tersiram hujan sebelumnya.

Sampai di ruas jalan yang ekstrim, mobil terseok-seok, terpeleset, dan terguling-guling di lumpur hingga telentang di rawa. Setengah badan mobil terendam air.

‘’Alhamdulillah, masih ada satu ponsel anggota kami yang bisa digunakan untuk meminta bantuan dri desa tujuan,’’ ungkap Mujito.

‘’Alhamdulillah ‘ala kulli haal, penempatan da’i kafda masih tetap bisa dilanjutkan malam itu juga. Tiga da’i ditempatkan di pedalaman Kotim, dua dai di Desa Palingkau, Kec Kota Besi, Kab Seruyan,’’ imbuhnya.

Sementara itu, mobil yang terbalik sudah dievakuasi dengan menggunakan eskavator milik perusahaan sawit terdekat. Selanjutnya kendaraan diderek kembali menuju Kotim.

Drama tersebut salah satu keseruan yang musti dihadapi Kafda menuju lokasi tugas. Kondisi jalan, keterbatasan sarana dan prasarana transportasi, cegatan hewan buas… menjadi tantangan tersendiri menuju umat di pedalaman.

Program Kafda Dewan Dakwah rutin dilakukan. Ketua Umum Dewan Da’wah, Mohammad Siddik MA, mengatakan, lembaganya menempatkan lebih 200 da’i untuk mendampingi masyarakat di daerah minus dalam memakmurkan Ramadhan 1440 H/2019.

‘’Melalui Program Kafilah Da’wah (Kafda), kami menempatkan 200-an dai ke pedalaman Nusantara hingga keluar negeri. Para da’i tersebut berasal dari Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir dan Akademi Dakwah Indonesia (ADI),’’ papar Siddik.

Puluhan da’i Kafda STID Mohammad Natsir Jakarta, tahun ini ditempatkan di Muara Bungo Jambi, Manado Sulawesi Utara, Waringin Timur Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Baranusa dan Lembata Nusa Tenggara Timur, Pulau Enggano Bengkulu, Pulau Nias, Talangmamak Riau, Lunang Silaut Sumatera Barat, Gunung Bromo Malang, Gunung Wilis Kediri, Palu, dan Lombok serta Raja Ampat Papua.

Sedang Kafilah Daiyah (mahasiswi) ditempatkan di Desa Sukamekar, Kec Sukaraja, Kab Sukabumi, Jawa Barat. Sebagian lainnya bertugas di Kampung Deplangu, Desa, Kertajaya, Kec Sumur, Kab Pandeglang, Banten. Berikutnya di Kampung Kelapa Koneng, Desa Banyuasih, Cigeulis, Pandeglang.

Dewan Da’wah Jawa Timur menempatkan belasan da’i di beberapa daerah di Jawa Timur seperti Kediri, Malang, dan Blitar serta Madiun.

Selain itu, Dewan da’wah Jatim juga mengirim sepuluh da’i muda untuk memakmurkan Ramadhan di Singapura. Para juru da’wah belia berasal dari Ma’had Islamic Center eLKISI Mojokerto yang dipimpin KH Fathur Rohman.

‘’Program kafilah da’wah yang dinamakan Praktek Da’wah Ramadhan ini bekerjasama dengan Madrasah Huda pimpinan Ustadz Abdul Hakeem M Ismail,’’ tutur Kyai Fathur yang juga Sekretaris Dewan Da’wah Jatim.

Adapun da’i mahasiswa ADI Lampung bertugas di pedalaman Lampung Tengah dan Selatan serta Tanggamus. Sedang ADI Sambas mengirim da’i ke perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat bagian utara.

Sementara itu, ADI Jawa Barat menempatkan da’i di daerah minus Kabupaten Bandung , Kabupaten Bandung Barat, Garut, Tasik, Cianjur dan Kuningan.

ADI Aceh, Banten, Batam, Kupang, Bukittinggi, juga menempatkan para da’i mahasiswa di daerah-daerah pedalaman sekitarnya.

‘’Da’i-da’i bertugas membina spiritual masyarakat setempat, juga melakukan advokasi kebutuhan sosial-ekonominya melalui pembekalan ketrampilan hidup. Khusus Ramadhan, mereka mengajak warga setempat menghidupkan Ramadhan dengan amal ibadah,’’ terang Ketua Bidang Dakwah Dewan Dakwah, Ustadz Misbahul Anam.