MUI Bahas 3 April Jadi Hari NKRI

Dewan Da’wah News, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) berniat mengusulkan tiap 3 April dijadikan peringatan hari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan atas Mosi Integral Mohammad Natsir yang disahkan pada 3 April 1950.

“Nanti akan dibentuk tim panel khusus terdiri dari pakar-pakar berkaitan dengan Indonesia baik itu dari ormas dan pakar-pakar sejarah lainnya untuk melengkapi dan menyiapkan proposal yang akan diserahkan kepada pemerintah Indonesia,” kata Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Muhyiddin Junaidi, dalam sarasehan bertemakan ‘Peran Umat Islam Mempelopori, Mendirikan Mengawal dan Membela NKRI’ di Gedung MUI, Jakarta Senin (1/4) seperti dilansir merdeka.com.

Adapun dalam Sarasehan tersebut diterangkan bahwa Mosi Integral Natsir merupakan satu prestasi gemilang dalam pentas sejarah yang sangat monumental dalam parlemen Indonesia. Ulama yang bergelar Datuk Sinaro Panjang (1908-1993) itu mampu menyatukan kembali Indonesia yang terpecah belah, yang ketika itu masih berbentuk negara-negara bagian atau federal buatan Van Mook, kutipan jawapos.com.

“Intinya ketentuan mengenai NKRI itu memuat kandungan ideologi, bukan pasal biasa. Ini semua merupakan peranan jasa Pak Mohammad Natsir,” kata Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Prof Jimly Ashiddiqie yang turut hadir dalam kesempatan itu.

Hari tersebut sama penting seperti peristiwa-peristiwa sejarah yang sudah ditetapkan dan diresmikan sebagai hari nasional. Maka 3 April, lanjut Jimly, pantas bila ditetapkan sebagai Hari NKRI.

Berikut bunyi mosi yang disampaikan Mohammad Natsir:

Dewan Perwakilan Rakyat Sementara RIS dalam rapatnya tanggal 3 April 1950 menimbang sangat perlunya penyelesaian yang integral dan pragmatis terhadap akibat-akibat perkembangan politik yang sangat cepat jalanya pada waktu yang akhir-akhir ini.

MEMPERHATIKAN:

Saudara-saudara rakyat dari berbagai daerah, dan mosi-mosi Dewan Perwakilan Rakyat sebagai saluran dari suara-suara rakyat itu, untuk melebur daerah-daerah Belanda dan menggabungkannya ke dalam Republik Indonesia. Kompak untuk menampung segala akibat-akibat yang tumbuh karenanya, dan persiapan-persiapan untuk itu kita harus diatur begitu rupa, dan menjadi program politik dari pemerintah yang bersangkutan dan dari Pemerintah RIS. Politik pengleburan itu membawa pengaruh besar tentang jalannya politik umum di dalam negeri dari pemerintah di seluruh Indonesia.

MEMUTUSKAN:

Menganjurkan kepada Pemerintah supaya mengambil inisiatif untuk mencari penyelesaian atau sekurang-kurangnya menyusun suatu konsepsi penyelesaian bagi soal-soal yang hangat yang tumbuh sebagai akibat perkembangan politik di waktu yang akhir-akhir ini dengan cara integral dan program yang tertentu.

Jakarta, 3 April 1950.

gambar: hidayatullah.com