Muslimat Dewan Dakwah Aceh kembali mengadakan pembinaan dan pendampingan agama dalam rangka peningkatan pemahaman dan pengamalan keagamaan bagi warga Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan di Aula Rutan Lhoknga, Aceh Besar, Rabu (21/9). Kegiatan yang bekerjasama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Aceh ini dibuka secara resmi oleh Kepala BP3A Dahlia, M.Ag yang diwakili oleh  Khairil Amri.
antusiasme para peserta

antusiasme para binaan

Ketua Muslimah Dewan Dakwah, Aceh Roslaila Usman Latief dalam laporannya berharap agar warga Lapas dapat mengikuti program ini dengan baik dan sempurna. Pembinaan keagamaan yang diikuti oleh 25 warga Lapas tersebut dilakukan selama lima kali pertemuan dengan bahasan seputar ibadah praktis dan motivasi hidup. Pematerinya dihadirkan dari Muslimat Dewan Dakwah Aceh.

Kepala Cabang Rutan Lhoknga, Ridha Ansari, SH, M.Si menyambut baik program pembinaan dan pendampingan ini. Dan berharap ke depan juga diadakan pelatihan ketrampilan (life skill) sebagai bekal bagi warga Lapas setelah mereka bebas nantinya.

“Kami juga mengharapkan adanya program konsultasi psikologi, karena sebagian dari mareka juga memiliki masalah yang memerlukan penanganan dari para psikolog atau psikiater,”ungkap Ridha Ansari.

Sementara itu  Khairil Amri dalam sambutannya ketika membuka acara menyampaikan bahwa program ini sudah dilaksanakan selama beberapa periode dan program tersebut akan terus berlanjut. Menindaklanjuti permintaan tersebut Kepala Cabang Rutan Lhoknga akan menghadirkan psikolog khusus untuk berkonsultasi dengan warga Lapas.

penyerahan bingkisan untuk napi binaan

Penyerahan bingkisan untuk napi binaan

“Selain psikolog, kedepannya kami juga akan berusaha membekali warga Lapas dengan pelatihan ketrampilan (life skill) untuk kebutuhan mareka ketika kembali ke masyarakat,” jelas Khairil Amri.

Rep: Murdani Tijue | Ed: Tamam