Alhamdulillahirobbil’alamiin, Musyawarah Daerah Dewan Da’wah Magelang bisa dilaksanakan hari Ahad 22 Februari 2015, itulah kalimat yg diucapkan Sekretaris Dewan Da’wah Magelang Ustdz Imam santoso sebelum membuka acara yang berlangsung di Komplek Masjid Nuurul ‘Ilmi Magelang, yang memang sudah lama direncanakan dari mulai Diskudi Sharing dengan beberapa aktifis Da’wah dari berbagai daerah, dari berbagai permasalahan umat terutama perkembangan aliran sesat dan pemurtadan yg semakin hari semakin memprihatinkan, dari sini akhirnya punya satu kesepakatan untuk saling bersinergi, dan bermuara Dewan Da’wah sebagai Payungnya.

Musyawarah dimulai dengan menentukan siapa yg akan menjadi pengurus periode 2015 hingga 2018, mengingat pengurus yang sekarang sudah  terlalu sibuk dengan agenda Da’wah masing masing, yang  kemudian sampailah pada agenda MUSDA  ini. Sebelumnya, acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh ustadz Abdul Rosyid ( Da’i Dewan Da’wah Merapi)  yg akhirnya menetap di sana setelah menaklukkan hati putri salah satu tokoh di Merapi. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan laporan pertanggung jawaban ketua lama Ustadz Bambang Fauzan.

Sambutan dan pembekalan dari pimpinan Dewan Da’wah Jawa Tengah, yang diwakili oleh ka Biro Pemberdayaan Daerah Ustadz Yuli Fajar. Dalam pembekalannya Ustadz Yuli Fajar mengajak kepada para aktifis yg hadir dalam MUSDA terutama kepada siapa saja yg akan menjadi pengurus untuk senantiasa bersinergi dalam menjalankan Da’wah mengingat tantangan Da’wah kedepan lebih banyak dan beragam, dari Aliran sesat, Syi’ah, Komunis dan pemurtadan.

Magelang termasuk wilayah yang perkembangan aliran-aliran sesat semakin memprihatinkan, apalagi salah satu tokoh Komunis internasional berasal dari Grabag Magelang dan  sekarang berdomisili di Belanda. Dalam menghadapi itu semua, Ustadz  Yuli Fajar mengajak belajar dari Formasi sekelompok bangau yang lagi terbang, dimana saling memberikan motifasi dukungan dan kebersamaan sehingga tantangan yang bagaimanapun bisa dihadapi dengan ringan.

Oleh karena itu, Kepengurusan yang akan datang harus bisa mewujudkan Dewan Da’wah sebagai Lembaga Dakwah yang profesional, kreatif, inovatif, Solutif dan Mandiri.  Oleh karena itu, dibutuhkan Tenaga yg ikhlas, Cerdas dan Mrantasi (solutif). Demikian pesan dari Kepala Biro pembedayaan Dewan Da’wah Jateng dalam sambutannya.

Akhirnya Musyawarah menetapkan Ustadz Ari alhafidz secara aklamasi sebagai ketua. Setelah ishoma dilanjutkan acara pelantikan pengurus baru Dewan Da’wah Magelang oleh Ustadz Yuli Fajar. Setelah itu  dibacakan susunan pengurus baru oleh Ustadz Imam Santoso dan hasil dari rapat formatur yang dipimpin langsung ketua terpilih. Ba’da sholat dzuhur, seluruh agenda MUSDA Dewan Da’wah Magelang usai. (Yuli/DakwahNews.com)