Provinsi Kepulauan Riau, dibalik kayanya jumlah pulau, ternyata terdapat ancaman serius khususnya bagi anak muda bangsa. Narkoba yang banyak tersebar di daerah itu menjadi momok yang mengkhawatirkan. Oleh karenanya Dewan Da’wah Kepri akan menggalang kerja sama dengan pemerintah, aparat, ormas Islam dan elemen masyarakat dalam penanggulangannya.

“Saat ini Kepri darurat Narkoba, dalam jangka pendek Dewan Dakwah Kepri akan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan pembinaan langsung kepada masyarakat menyangkut narkoba ini”, ungkap Mastur Taher M.Pd, Ketua Umum Dewan Da’wah Prov. Kepri baru yang terpilih pada (Sabtu, 6 /8) lalu.

Dalam rangka penanggulangan narkoba, rencana Dewan Da’wah Kepri ke depan, kata Bupati Bintan periode 2004-2009 ini akan fokus pada da’i untuk menyampaikan pemahaman kepada umat agar memiliki akhlak yang baik.

“Kita akan membuat link da’i karena sebagian masjid masih banyak kekurangan da’i. Untuk itu, ke depan kita akan membuat lembaga formal maupun informal dalam memberikan pemahaman tentang keislaman lewat pengajian dan lainnya,” lanjut Mastur.

Mastur Taher terpilih secara aklamasi melalui musyawarah formatur sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Provinsi Kepri periode 2016-2020 pada acara Silaturahim Wilayah (SILATWIL) ke-1 Dewan Da’wah Kepri di Aula Asrama Haji Tanjungpinang, Sabtu (6/8).

Provinsi Kepulauan Riau memiliki 2.408 pulau yang berbatasan langsung dengan Vietnam dan Kamboja di sebelah Utara, Malaysia dan Provinsi Kalimantan Barat di bagian Timur, Provinsi Riau, Singapura dan Negara Malaysia di bagian Barat, serta Kepulauan Bangka Belitung dan Provinsi Jambi di bagian Selatan. Hal ini memudahkan bagi para pengedar narkoba untuk bertransaksi melalui jalur-jalur gelap. Terlebih beberapa pulau-pulau yang tidak berpenghuni dijadikan sebagai ‘pelabuhan’ bayangan pengedar narkoba.

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengeluarkan rilis bahwa Kepri adalah target dan gerbang masuk mafia narkoba Internasional di Indonesia. Penegasan itu disampaikan oleh Deputi Pemberantasan BNN irjen Pol Arman Depari, di Kantor BNNK Tanjungpinang, Senggarang (Jum’at, 5 /8).

Didampingi Kepala BNNK Tanjungpinang Kompol Abdul Hasyim Panggabean dan Kapolres Tanjungpinang AKBP Kristian P Siagian, Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari mengekspos tangkapan 71 paket sabu seberat 80 Kg dan 120 ribu pil ekstasi seberat 24 Kg di markas BNNK Tanjungpinang di Senggarang Kota Tanjungpinang. Dalam ekspos itu, diungkapkan Arman, narkoba diselundupkan dari Johor Baru, Malaysia. Lalu puluhan kilogram sabu dan ekstasi itu, melalui pulau-pulau kecil akan diselundupkan ke Batam dan siap diedarkan ke berbagai daerah. (Muttaqin/Humas DDII)