Dalam tausiahnya Avid mengatakan bahwa tugas para da’i atau aktifis da’wah adalah menyampaikan tentang ajaran Islam yang benar sesuai perintah Allah dan Rasulullah SAW. “Apa yang disampaikan oleh para da’i hendaknya bersumber dari Al Qur’an dan Hadits Rasulullah, karena jika tidak sesuai maka akan semakin merusak aqidah dan perilaku ummat”, ujar ustadz Avid.

 

 

 

Menurut Avid Solihin, dalam era globalisasi yang ditandai dengan pesatnya kemajuan Teknologi Informasi, semakin banyak aliran-aliran, faham-faham dan pemikiran-pemikiran yang timbul dengan tujuan untuk merusak Islam dan generasi Islam, contohnya faham Liberalisme, Sekularisme dan Pluralisme. Aliran, faham serta pemikiran tersebut cepat menyebar ditengah masyarakat salah satunya dengan menggunakan media teknologi informasi. Karena apa yang dimunculkan tersebut merupakan salah satu strategi untuk menjauhkan ummat Islam dari ajaran agamanya serta kitab suci Al Qur’an.

 

 

 

”Disinilah pentingnya peran da’i atau aktifis da’wah lainnya untuk melindungi ummat dari pengaruh yang diakibatkan oleh faham dan pemikiran tersebut, tidak hanya menyampaikan da’wah langsung, namun diharapkan para da’i dan aktifis da’wah dapat menggunakan teknologi informasi untuk memberikan hal-hal yang positif kepada masyarakat”, tambah ustadz kelahiran Tasikmalaya Jawa Barat ini.

 

 

 

Selain itu, Avid menambahkan, bahwa ada juga tantangan yang tidak kalah besarnya yaitu maraknya penolakan terhadap tegaknya syariat Islam, salah satunya dengan membentuk opini di masyakarakat bahwa syariat Islam itu menyeramkan, sehingga masyarakat menjadi phobia terhadap syariat Islam.

 

 

 

”Ini juga merupakan tugas besar bagi para da’i agar dapat memberikan pemahaman bahwa syariat Islam itu tidak menyeramkan, bahkan harus ditumbuhkan bahwa jika syariat Islam tegak, maka kehidupan masyarakat akan jauh lebih baik. ”ujar Avid menutup tausiahnya.

 

 

 

Sebelumnya dalam sambutannya Ketua Dewan Da’wah Provinsi Bengkulu H. Syafruddin Zakaria mengatakan bahwa Rasulullah sudah menyempurnakan ajaran Islam dan memberikan warisan risalah untuk dijalankan oleh ummatnya, dan ini menjadi tugas pokok para da’i untuk menjalankan amanah risalah tersebut, yaitu menyampaikan Islam secara benar.

 

 

 

Kepada Pengurus Dewan Da’wah Rejang Lebong yang baru dilantik,Ustadz Syafruddin Zakaria juga berpesan agar dapat mengemban amanah yang diberikan dengan sebaik-baiknya, karena tugas da’wah bukan tugas yang ringan, apalagi dengan berbagai tantangan yang dihadapi.

 

 

 

Pengurus Dewan Da’wah Rejang Lebong periode 2011 – 2014 ini dilantik oleh Ketua Dewan Da’wah Bengkulu, H. Syafruddin Zakaria. Turut hadir dalam pelantikan ini Pengurus Dewan Da’wah Bengkulu antara lain ustadz Sariful, Ustadz Rojali serta Ustadz Rusjdi Sjam yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bengkulu.

 

 

 

Dewan Da’wah Kabupaten Rejang Lebong diketuai oleh Ustadz Usman, B.Sc. Wakil Ketua Drs. Aprizaldi Sekretaris diamanatkan kepada Badrul Husni, BA serta Bendahara dijabat oleh Safri ST. Sari Alam.

 

 

 

Setelah pelantikan, ditempat yang sama diadakan juga pembekalan kepada Pengurus Dewan Da’wah Rejang Lebong. Wakil Sekretaris Umum Dewan Da’wah Ustadz Avid Solihin memberikan materi tentang visi, misi serta program-program Dewan Da’wah untuk tahun 2012. (rusdi)