Ketua Umum Dewan Da’wah Ustadz Syuhada Bahri dalam tausiahnya menyampaikan bahwa tantangan da’wah yang dihadapi dewasa ini semakin berat, maraknya berbagai aliran yang merusak aqidah ummat dari dalam dan luar negeri berbentuk liberalisme agama, disamping kerusakan moral ummat dan bangsa dalam bentuk perbuatan-perbuatan maksiat, pornografi, korupsi dan kejahatan kekerasan lainnya.

 

 

 

”Para pejuang da’wah harus siap menghadapi tantangan ini, karena pengaruhnya akan sangat berbahaya bagi masyarakat, dan akan merusak aqidah ummat”, ujar Syuhada.

 

 

 

Oleh sebab itu, tambah Syuhada, diharapkan kepada pengurus Dewan Da’wah Jeneponto yang baru dilantik agar membuat program yang realistis yang menyangkut persoalan-persoalan yang kini tengah dihadapi ummat.

 

 

 

”Cobalah dirancang, kurikulum khutbah bersilabi dan terencana sehingga jamaah mendapatkan ilmu secara utuh dan berkesinambungan, tegas Ketua Umum Dewan Da’wah ini.

 

 

 

Sementara Bupati Jeneponto Drs. Rajamilo, MP dalam sambutannya mengatakan bahwa penduduk Jeneponto yang berjumlah lebih dari tiga ratus ribu jiwa alhamdulillah seratus persen adalah muslim.

 

 

 

”Disini tidak terdapat tempat ibadah ummat lain karena hanya segelintir orang yang datang dari luar yang kebetulan bertugas di Jeneponto ini yang beragama lain”, ujar Rajamilo.

 

 

 

Bupati juga menambahkan dengan jumlah penduduk yang seratus persen muslim, tidak heran Jeneponto banyak melahirkan hafidz Al Qur’an, bahkan sampai 30 juz.

 

 

 

Menanggapi program-program yang disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Da’wah tentang da’i datang desa rindang, Bupati Jeneponto mengatakan bahwa Jeneponto sudah rindang, yang menarik bagi masyarakat Jeneponto adalah bagaimana supaya da’i datang, desa kami terang benderang, karena memang masih banyak desa-desa yang belum mendapatkan aliran listrik.

 

 

 

Rajamilo berharap keberadaan Dewan Da’wah di Jeneponto dapat meningkatkan ketenangan dan kesejahteraan masyarakat, karena masih banyaknya sumber-sumber daya alam yang masih bisa diolah dan sekaligus menyambut baik kehadiran Dewan Da’wah.

 

 

 

Disamping sambutan dari Ketua Umum Dewan Da’wah Pusat juga ada sambutan dari Dewan Da’wah Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Dr. Mukhlis DP, Ketua Majelis Syuro yang pada dasarnya mengharapkan Dewan Da’wah Kabupaten Jeneponto dapat menjaga kekompakan dan kebersamaan dan menyusun program-program yang mudah dilakukan dan menyentuh kepentingan-kepentingan ummat Islam pada umumnya.

 

 

 

Dewan Da’wah Jeneponto dipimpin oleh Drs. Badaruddin, M.Ag, sebagai Ketua dan didampingi Sekretaris Drs. Ahmad Basri, M.Pd.

 

 

 

Selesai acara pelantikan di Masjid Agung, diadakan pembekalan Pengurus baru disalah satu penginapan di Jeneponto, dimana Sekretaris Umum Dewan Dawah ustadz Amlir Syaifa Yasin menyampaikan sejarah berdirinya Dewan Da’wah, visi, misi dan program-program utama, dimana untuk periode 2010 sampai 2015 Dewan Da’wah mengkonsentrasikan diri pada tiga hal.

 

 

 

Selain itu ada pembekalan oleh Pengurus Dewan Da’wah Sulawesi Selatan. Acara pembekalan ini ditutup oleh Ketua Umum Dewan Da’wah.

 

 

 

Disela-sela itu, Dewan Da’wah menerima wakaf lebih kurang 1 hektar tanah dari salah seorang pengagum Allahyarham Mohammad Natsir dan pernah menjadi pengurus Masjumi Kecamatan yaitu H. Yusuf Madji yang menginginkan diatas tanah tersebut dibangun pesantren Tahfidzul Qur’an, lokasi tanah berada di Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto. (ASY)