Jakarta, (3/09/15), Badan pembina Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia pada kamis, tanggal 3 september 2015 melakukan sosialisasi khittah dakwah dan anggaran dasar dewan da’wah dalam rangka untuk menjadikan para pengurus dan karyawan memahami pentingnya mengikuti aturan yang sesuai dengan perundangan undangan yang berlaku. 

Hadir dalam sosialisasi ini adalah seluruh pengurus dan karyawan yang berada di kompleks kramat 45, sedangkan dari pembina yang hadir adalah ketua pembina bapak am saefuddin, kh. Kholil Ridwan dan Yudo Paripurna. Dalam sambutannya am saefuddin menerangkan sejarah pendirian dewan Da’wah hingga memilih bentuk yayasan sebagai payung hukumnya. “Yayasan merupakan bentuk yang paling sesuai untuk menjalankan gerakan dakwah di dewan da’wah menurut para pendiri dewan Da’wah” jelas beliau. 

“kita juga harus melek politik sehingga kita tidak dimakan oleh politik, secara yayasan kita tidak ikut politik praktis tetapi orang orang yang ada di dewan Da’wah boleh berpolitik” jelas am saefuddin. Bapak Yudo paripurno dalam uraian nya menjelaskan peristilahan peristilahan yang ada dalam khittah da’wah, seperti makna khittah, visi, misi dan lain sebagainya. 

Sosialisasi ini dimaksudkan untuk persiapan hajatan pengurus Dewan Da’wah untuk menyelenggarakan silatnas dewan da’wah yang rencananya akan digelar akhir oktober 2015.(TH)