Seorang pemuda Batak, Sumatera Utara (Sumut), Erick Marulam Parsaoran Siregar (28), Kamis (9/3) mengucapkan dua kalimat syahadat di Mesjid Markaz Dewan Dakwah Aceh di Gampong Rumpet, Kec. Krueng Barona Jaya, Aceh Besar. Prosesi pengsyahadatan itu dipimpin oleh Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA. Dan bertindak sebagai saksi Dosen UIN Ar-Raniry Dr Mizaj Iskandar LC MA, Kabid Dakwah dan SDM Dewan Dakwah Aceh Israr Hirdayadi LC MA dan tokoh masyarakat Mahruzal, SE.
 
Sebelumnya Erick Marulam Parsaoran Siregar beragama Kristen Protestan HKBP kemudian pindah ke Kristen Protestan Advent dan terakhir memeluk Islam sebagai agamanya. Dan usai pensyahadatan namanya diganti menjadi Erick Amrullah Siregar. Nama tersebut ditabalkan oleh Ketua Dewan Dakwah Aceh Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA dalam taushiahnya dihadapan undangan yang hadir.
 
“inilah nama yang kami berikan, jika ada nama lain yang lebih bagus boleh di ganti lagi, yang penting nama tersebut bercirikan Islam,” kata Tgk Hasanuddin.
 
Dosen Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam UIN Ar-Raniry ini menambahkan, sebagai seorang muallaf (orang yang baru masuk Islam) sudah seharusnyalah untuk mempelajari kembali ketentuan-ketentuan yang sudah digariskan dalam Islam. Diantaranya adalah persoalan aqidah, syariah dan akhlaq. Karena itu semua menjadi petunjuk kita dalam hidup dan kehidupan ini. Dan yang terpenting yang harus diketahui bahwa Islam merupakan agama yang rahmatallil’alamin.
 
“Dewan Dakwah Aceh siap membantu 24 jam saudara baru kita yang muallaf ini, untuk membimbing dan mengajari semua hal terkait dengan Keislaman. Silahkan saja menghubungi kami jika memang diperlukan. Dengan demikian kehidupan kita akan terarah dan Insha Allah akan bahagia di dunia dan akhirat serta akan masuk syurga,” ungkap Tgk Hasanuddin.
Diakhir taushiahnya Tgk Hasanuddin menyerahkan Al-Quran terjemahan dan santunan kepada Erick Amrullah Siregar. Hal serupa juga dilakukan oleh Perwakilan Rumah Amal Mesid Jami’ Unsyiah yang menyerahkan bingkisan dan para undangan lainnya.
Terkesima Ceramah Aa Gym
Dalam kesempatan tersebut Erick Amrullah Siregar juga diberi kesempatan untuk menyampaikan kisahnya. Ia menceritakan sejak kecil sudah beragama Kristen Protestan HKBP dan mempelajari agama tersebut dari sang nenek. Kemudian saat duduk di kelas 2 SMA ia pun berpindah ke agama Kristen Protestan Advent.
 
“di saat pindah ke agama baru tersebut, dalam hati saya berkata “Tuhan, jika ada (agama) lain yang lebih baik, maka saya siap pindah lagi,” cerita Erick dengan suara yang sedikit gemetar.
 
Kemudian Pemuda yang tinggal di Blang Bintang, Aceh Besar yang sehari-hari bekerja di PT Aceh Distribusindo Raya sebagai distributor barang-barang rumah tangga ini melanjutkan kisahnya, pada 2006 tepatnya setelah tamat SMA, ia pun pindah ke Aceh untuk mencari pekerjaan. Dalam perjalanannya, ia kerap mendengar ceramah-ceramah yang disampaikan oleh Pembina Yayasan Daarut Tauhid, Kiai Haji Abdullah Gymnastiar atau yang karib disapa Aa Gym.
 
Dan pada akhirnya iapun terkesima dengan kelembutan dari ceramah-ceramah Aa Gym tersebut. Ditambah lagi dengan diskusi-diskusi yang ia lakukan di warung kopi bersama dengan temannya yang muslim selama di Aceh. Maka bulatlah tekadnya untuk memeluk agama islam sebagai agama terakhirnya. Apalagi dalam waktu dekat dirinya juga akan mempersunting gadis Aceh sebagi tambatan hatinya.
 
“Dan saya masuk Islam ini bukanlah semata-mata karena ingin menikah dengan gadis Islam, tetapi dikarenakan agama Islam ini sudah membekas di hati saya. Dan mudah-mudahan ini agama saya yang terakhir yang akan membimbing saya ke Syurga,” tegas Erick.
Rep: Murdani Tijue | Ed : Muttaqin