Pemuda Dewan Da’wah  kembali hadir dalam silaturrahim akbar organisasi pemuda Islam yang di selenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Silaturahhim di Rumah Makan Al Jazeera Cipinang (14/6/17) adalah menindaklanjuti hasil Silaturrahim Akbar Nasional Ormas Pemuda Islam 2017 yang telah diselenggarakan Sabtu-Ahad (20-21/5/ 2017) di Hotel Sofyan Cut Meutia Jakarta.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh para pimpinan sayap pemuda dari organisasi Islam besar di MUI Pusat,  dalam wujud Halal bi Halal Ormas Pemuda Islam 2017. Pertemuan seperti ini disepakati akan diselenggarakan secara rutin dan berkala.

Kegiatan Halal bi Halal ini dihadiri oleh pimpinan dan perwakilan dari setiap ormas pemuda Islam seperti Pemuda PERSIS, Pemuda PUI, Syabab Hidayatullah, Pemuda Dewan Dakwah, Pemuda Muslimin Indonesia SI, Pemuda Muslimin Indonesia SII, BKPRMI, JPRMI, Wanita Islam, Korma, dan lainnya. Kegiatan dipandu oleh beberapa anggota Komisi Ukhuwah MUI Pusat di antara, Haris Banaji (Jam’iyatul Washliyah), KH. Nurhasan Zaidi, S.Sos.I. (PUI), Amirudin (Muhammadiyah) dan Dr. H. Wido Supraha.

Kesempatan ini dimanfaatkan untuk semakin mencairkan dan mengakrabkan di antara para pimpinan ormas pemuda sekaligus membincangkan tema pengembangan ekonomi umat berbasis kepemudaan. Selain mendengarkan paparan dari KH. Nurhasan Zaidi, S.Sos.I. terkait inisiasi kerjasama dengan beberapa pihak yang fokus pada pengembangan pemuda, diskusi juga menghadirkan Bapak H. Suaidi dari Komisi Ekonomi MUI Pusat yang membahas daftar kesempatan yang dapat ditindaklanjuti bersama hasil turun Konferensi Ekonomi Umat (KEU) yang terlaksana beberapa waktu yang lalu. Hasil pertemuan sepakat untuk menindaklanjuti kerjasama ekonomi ini dengan membentuk task-force dan akan dibuat pola komunikasi khusus dengan agenda-agenda seperti business coaching, fasilitas sumber pembiayaan dan hal-hal teknis lainnya.

Halal bi Halal ini ditutup dengan kesepakatan akan kembali mengadakan pertemuan berikutnya bulan depan dengan tema-tema strategis yang akan ditentukan kemudian seperti bagaimana menemukan format kaderisasi paling efektif untuk setiap organisasi pemuda Islam, dan bagaimana menyikapi perkembangan isu-isu strategis keumatan yang perlu disikapi secara cepat dan bersama. Semoga berawal dari intensifnya pertemuan di antara ormas pemuda Islam melahirkan kesamaan cara pandang, saling memahami akan perbedaan, dan keinginan untuk kerjasama lebih intensif dan serius di masa mendatang.

Ed : Muttaqin | rep : Tanjung